Beranda Tulisan Feature Cucunya Masih Ditahan RS di Malaysia, Nurhayati: “Tolong Kami Haji Uma..”

Cucunya Masih Ditahan RS di Malaysia, Nurhayati: “Tolong Kami Haji Uma..”

BERBAGI
Nurhayati, 61, warga Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Selasa siang (27/8/2019) menceritakan tentang cucunya yang ditahan dan dirawat di RS Selayang, Malaysia. Bayi tersebut baru dapat dikelurkan setelah pihak keluarga membayar biayara operasi Rp38 juta. (Foto/Maimun Asnawi)

“Hari ini, Selasa (27/8/2019), RS Selayang, Malaysia, mengharuskan kami membayar seluruh biaya operasi. Kalau tidak, biaya tersebut akan terus bertambah. Kami mohon bantuan Haji Uma, agar cucu kami dapat keluar dari RS tersebut.”

Kalimat itu diucapkan Nurhayati Abbas, 61, warga Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa siang (27/8/2019), saat berkunjung ke kantor Waspada di Lhokseumawe.

Kata dia, dia mengalami masalah besar. Pasalnya, baru-baru ini, keponakannya Yusriadi, 35, mengalami musibah di Rawang, Malaysia. Isterinya meninggal sebelum sempat melahirkan buah hatinya yang ke dua.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 31 Juli 2019. Dalam suasana panik, Yusriadi membawa isterinya, Khairunnisa bin Adam, 33, ke RS Selayang untuk mendapatkan pertolongan medis, guna menyelamatkan bayi dalam kandungan almarhumah. Tidak berapa lama di RS, dokter berhasil menyelamatkan bayi perempuan dari kandungan ibunya.

Sejak hari itu, bayi perempuan tersebut dirawat di RS Selayang, Malaysia. Untuk mengeluarkan bayi dari RS, Yusriadi, TKI asal Aceh, yang berprofesi sebagai tukang las, kesulitan memenuhi biaya RS yang mencapai Rp38 juta.

“Karena biayanya cukup besar, keponakan saya, Yusriadi tidak sanggup membayar. Karena itu, cucu kami tetap tertahan dan dirawat di RS itu,” sebut Nurhayati.

Hari ini, Selasa (27/8/2019), pihak RS Selayang, Malaysia, memberikan keringan. Meminta pihak keluarga untuk menyediakan uang tunai Rp24 juta. Jika uang tersebut dapat dipenuhi, maka pihak RS membolehkan Yusriadi membawa pulang bayinya. Namun, jika tidak dapat dipenuhi, biaya akan semakin membengkak.

“Saya sudah meminta bantuan kepada seluruh keluarga kami di sini. Semua keluarga kami tidak punya uang. Kondisi ini membuat kami sangat sedih. Satu-satunya cara yang kami lakukan saat ini meminta keikhlasan semua pihak, agar sudi membantu,” sebut Nurhayati lirih sambil berusaha untuk tetap tegar.

Pada saat itu, Nurhayati juga menyebutkan, kalau dia selama ini tahu melalui koran dan informasi dari masyarakat, kalau Haji Uma (Sudirman), anggota DPD RI asal Aceh, kerap memberikan bantuan untuk para TKI di Malaysia yang mengalami berbagai masalah. Contohnya memulangkan jenazah bagi TKI yang meninggal, memulangkan TKI yang sakit parah dan lain-lain.

“Kalau Tengku Haji Uma berkenan, kami juga ingin dibantu oleh tengku haji sebagaimana Tengku Haji Uma telah membantu para TKI miskin sebelumnya,” pinta Nurhayati penuh harap.

Menjawab Waspada, Nurhayati menyebutkan, sekarang ini, Yusriadi tinggal bersama anak sulungnya yang baru berusia lima tahun di Rawang, Malaysia.

“Kemarin Yusriadi memberitahukan kalau dia sangat susah, karena selain harus bekerja untuk mencari biaya rumah sakit, dia juga harus menjaga buah hatinya. Kalau biayanya cukup, maka Yusriadi akan membawa pulang ke dua anaknya ke Lhokseumawe,” kata Nurhayati.

Pada kesempatan itu Nurhayati menjelaskan, Khairunnisa bin Adam merupakan mualaf asal Lampung. Jenazah almarhum sudah dipulangkan ke Lhokseumawe beberapa bulan lalu.

“Jenazah almarhumah kita kebumikan di Desa Uteun Bayi. Sekarang kita mengalami masalah baru, tidak punya biaya untuk mengeluarkan bayi dari RS Selayang, tolong kami haji Uma…,” pintanya lirih. (Maimun Asnawi).

BERBAGI