Rumah dan Lahan Pertanian Warga di Aceh Selatan Terendam Banjir

    BERBAGI
    Lahan pertanian sawah dan jangung petani di Aceh Selatan rusak terendam banjir, Rabu (21/8/2019).(Foto/Ist)

    Tapaktuan (Wapada Aceh) – Hujan dengan intensitas tinggi, Rabu pagi (21/8/2019) pukul 04.30 WIB, yang menyebabkan sungai Desa Silolo meluap, mengakibatkan puluhan rumah warga di Desa Panton Bilie dan Pantee Raja, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, terendam banjir.

    Banjir dengan ketinggian 30 – 80 centimeter di dua desa Kecamatan Pasie Raja, juga merendam puluhan hektare lahan pertanian warga seperti tanaman jangung dan padi sawah.

    “Banjir dimulai dari pagi tadi karena hujan deras di daerah itu sehingga air sungai Desa Silolo meluap dan merendam rumah dan tanaman warga setempat,” kata Kepala Pelaksanaan
    Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma, melalu Petugas Pusdalops, Restu Adona Ismi, kepada Waspadaaceh.com.

    Data yang berdampak banjir di Desa Gampong Panton Bilie, 45 unit rumah, 50 kk atau 120 jiwa dan merusak 3 hektare sawah dan 25 hektare tanaman jagung warga.

    Sedangkan di Desa Pantee Raja yang terdampak, 42 unit rumah, 42 kk atau 223 jiwa, dan merusak 20 hektare sawah serta 20 hektare tanaman jagung warga.

    “Saat ini banjir di dua desa itu sudah mulai surut, hujan juga sudah berhenti. Hanya saja kebutuhan yang mendesak yaitu losgistik untuk warga yang terdampak banjir,” jelasnya.

    Sementara Camat Pasie Raja, Anakhi, saat dihubungi Waspadaaceh.com mengatakan, banjir merendam beberapa desa seperti Ladang Tengoeh, Ladang Tuha, Silolo, Mata Ie, Panton Bilie dan juga merendam puluhan hektare lahan pertanian warga.

    “Hujan deras intensitas tinggi sehingga air sungai Silolo meluap dan karena saluran telah rusak,” ujarnya. (Faisal)

    BERBAGI