Beranda Aceh Jambore Nusantara Akan Digelar di Ketambe, Aceh Tenggara

Jambore Nusantara Akan Digelar di Ketambe, Aceh Tenggara

BERBAGI
ILUSTRASI. Stasiun Penelitian Ketambe, Aceh Tenggara. (Foto/Ist)

Aceh Tenggara (Waspada Aceh) – Sedikitnya 31 pemimpin perempuan, pemuda, masyarakat adat dan komunitas lokal dari 11 wilayah di Indonesia, akan mengikuti Jambore Nusantara di Desa Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, 23-26 Juli 2019.

Mereka akan bergabung dengan peserta dan panitia lokal dari Ketambe, Aceh Tenggara, dengan total yang akan hadir pada kegiatan Jambore Nusantara tersebut sedikitnya 100 orang.

Komunitas dari 11 wilayah dimksud meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, NTB, NTT, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Aceh. Jambore Nusantara diselenggarakan Samdhana Institute, berkolaborasi dengan Sekolah Ekologi Leuser (SEL).

Head of Capacity Development Program Samdhana Institute, Ita Natalia mengatakan, Jambore Nusantara diantaranya bertujuan menyediakan kesempatan bertukar cerita, pengalaman, dan keterampilan, dalam menghadapi krisis sosial ekologi di kampung dan di sekitar wilayah hidup para peserta.

“Selain itu juga menyusun agenda tindak lanjut dalam rangka mengatasi krisis sosial ekologi,” katanya.

Para peserta juga mendapatkan contoh inspirasi melalui praktek cerdas dalam pengelolaan sumber daya alam, pertanian berkelanjutan, pangan lokal, produk herbal dan organik, serta kerajinan dan anyaman.

Kegiatan jambore lainnya adalah memberikan inspirasi dan motivasi, khususnya kepada anak muda dalam membangun kewirausahaan sosial untuk kemandirian komunitas.

“Para peserta juga didorong melakukan inovasi teknologi melalui platform media sosial dalam menumbuhkembangkan budaya dan kearifan lokal, dengan memperhatikan dinamika dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Selain saling-belajar, para peserta juga akan mendapatkan materi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa PDTT, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, organisasi pembadayaan lokal, dan praktisi.

Selama jambore peserta mengikuti ragam kegiatan seperti diskusi dan dialog publik, kelas inspirasi, menyusun cita-cita, malam budaya dan solidaritas, petualangan, olah rasa, karsa, dan karya, serta pameran produk dan kerajinan.

Pada kegiatan petualangan, para peserta akan mengikuti Jelajah Alam Leuser dan Susur Sungai Alas. Pada acara olah rasa, karsa, dan karya para peserta akan mengikuti acara kopi ritual, olah produk arkeologi, kerajinan komunitas, dan eco-print.

Acara juga dimeriahkan dengan kenduri adat dan penampilan acara kesenian dan budaya Aceh Tenggara.

Tarmizi, dari Sekolah Ekologi Leuser (SEL) mengatakan, kegiatan lapangan dalam Jambore Nusantara sepenuhnya mengandalkan kader-kader lokal SEL yang terorganisir dan terlatih.

SEL adalah Laboratorium bagi pengembangan kawasan di 10 desa di sekeliling wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. (Ria)

BERBAGI