Begini Abu Jamaika Merespon Pencopotannya dari Jabatan Jubir Partai Aceh

    BERBAGI
    Abu Jamaika, mantan Juru Bicara Partai Aceh, bersama Muzakir Manaf pada suatu acara. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Tgk Syardani M Syarif yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Jamaika, mengaku terkejut jabatannya sebagai Juru Bicara DPP Partai Aceh, sudah “berganti tangan.”

    Posisi Juru Bicara Partai Aceh itu kini telah dijabat oleh Muhammad Saleh, pimpinan tabloid mingguan Modus.

    “Kemarin hari Rabu, 10 Juli 2019, sekitar pukul 11.00 WIB, saya menerima selembar surat,” ujar mantan Jubir Partai Aceh itu kepada waspadaaceh.com via whatts App, Kamis (11/8/2019). Abu Jamaika mengirimkan foto surat pergantian jubir PA yang diteken Ketum dan Sekretaris DPP PA.

    ”Teman-teman sudah duluan mengirimkan link berita terkait pergantian Juru Bicara Partai Aceh sebelum saya menerima surat itu,” lanjut Abu Jamaika.

    Foto surat pergantian Jubir DPP Partai Aceh dari Tgk Syahdaji M Syarif (Abu Jamaika) kepada Muhammad Saleh. (Foto/Ist)

    Berikut wawancara singkat Waspada dengan Abu Jamaika:

    Waspada (Wsp): Artinya Abu Jamaika belum menerima surat pemberhentian lebih awal. Sikap Anda apakah akan menerima posisi baru dan apakah berkenan bila ditawari posisi baru?

    Abu Jamaika : Saya belum berkomunikasi dengan Mualem (Muzakir Manaf) terkait hal ini. Kemarin saya menelepon beliau sedang berada di Thailand, dalam 2 atau 3 hari ini akan kembali ke Aceh dan akan menghubungi saya nanti, kata Mualem.

    Wsp: Lalu, menurut Anda, apakah selama jadi Jubir PA, Anda belum bekerja secara maksimal?

    Abu Jamaika: Cukup banyak stok energi, ide dan konsep serta strategi sesuai kemampuan yang saya miliki, tetapi tidak terpakai maksimal di PA. Karena itu sejak lama saya tidak berbicara lagi di media, hingga kemarin sekitar pukul 11.00 WIB saya baru menerima surat ucapan terimakasih dan bebas tugas sebagai Juru Bicara Partai Aceh.

    Bahkan jauh hari saya sudah sampaikan kepada para petinggi PA bahwa kalau seperti ini kondisinya, manajemen dan strategi PA, saya memprediksi hasil Pileg 2019 PA hanya akan mampu memperoleh maksimal 19 kursi DPRA. Saat itu tidak satupun yang memberikan perhatian. Ternyata prediksi saya tidak meleset, PA hanya berhasil memperoleh 18 kursi DPRA di Pileg 2019.

    Wsp: Dan, apa saran Anda untuk Jubir PA yang baru?

    Abu Jamaika: Selamat bergabung dan nikmatilah dinamika.

    Wsp: Terakhir, apakah Anda bisa menerima pergantian mendadak ini alias kecewa dengan sikap DPP PA yang mengganti Anda di tengah jalan?

    Abu Jamaika: Saya sedikitpun tidak ada masalah dengan pergantian ini. Justeru itu sudah lama saya harapkan. Buktinya sejak lama saya tidak berbicara lagi di media dalam kapasitas sebagai Juru Bicara Partai Aceh (PA), walaupun teman-teman media selalu minta wawancara dengan saya jika ada sesuatu isu terkait PA. Namun Saya menolaknya dan mengalihkan agar wawancara ke Sekjen atau ketua harian ataupun ketua umum langsung. (Aldin NL)

    BERBAGI