Beranda Wisata & Travel Siswa SMA Pulau Terluar Natuna Terima Hibah Koran dari Tim Jelajah Rantau...

Siswa SMA Pulau Terluar Natuna Terima Hibah Koran dari Tim Jelajah Rantau Bertuah

BERBAGI
Para Siswi kelas 2 jurusan IPS-SMA Serasan Timur, Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang menerima hibah koran dari tim Jelajah Rantau Bertuah(Foto/Ist).

Natuna – Siska, 17, merasa sangat senang saat mengetahui dia dan teman-temannya mendapatkan hibah surat kabar sebagai bahan kliping dan makalah.

Siswi kelas 2 jurusan IPS-SMA Serasan Timur, Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau itu menerima hibah koran dari tim Jelajah Rantau Bertuah, yaitu salah satu koran di Kepri dan Tanjungpinang, saat acara Workshop Seni Tari dan Musik Tradisional di Gedung BPMKS Kecamatan Serasan, akhir bulan Juni 2019.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Tim Jelajah telah peduli dengan nasib kami. Selama ini saat dapat tugas dari guru bahasa Indonesia, kami susah payah mencari koran untuk keliping dan makalah,” ucapnya sembari tersenyum lebar.

Dia mengatakan selama ini kerap mendapatkan tugas namun sulit untuk mencari bahan koran sebagai referensi dalam menyusun kliping dan juga makalah.

“Susah bang, biasa kita dapat itu pun bukan koran Natuna. Kami pesan ke Kalimantan jika ada saudara (keluarga) yang berangkat ke sana,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, sejak SMP telah sering membuat kliping, ditambah lagi jenjang SMA saat ini mereka kerap membuat makalah dan belajar ilmu tentang jurnalistik.

“Biasanya pada saat materi bahasa Indonesia,” terangnya.

Pulau Serasan, terletak di beranda terdepan, ujung utara NKRI yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia Timur, Vietnam dan laut Cina selatan, memang tidak ditemukan penjual koran apalagi loper koran.

Elin, 17, rekan Siska, siswi jurusan IPA itu juga mengatakan jika sangat sulit mendapatkan koran di pulau terdepan NKRI itu.

“Sulit saat kita diminta untuk mencari berita fakta bang, apa lagi yang menyangkut pemberitaan Natuna dalam bentuk koran, ditambah lagi Serasan Timur belum tersedianya jaringan internet,” jelasnya.

Dia mengaku, salah satu perbedaan koran dengan berita online bisa diambil gambar dan ditempelkan pada makalah.

“Tidak hanya itu bang, di situ jelas halaman, lagi pula memang kita mempelajari koran tidak hanya berita. Kalau hanya jenis berita bisa saja kami cetak berita online, tapi kan Serasan Timur tidak ada jaringan internet,” ucapnya dengan yakin.

Cherman, Anggota Tim Jelajah yang melaksanakan program kegiatan dengan nama koran masuk kampung dalam agenda muhibah, “Jelajah Rantau Bertuah,” kali ini menyusuri pulau terluar Kabupaten Natuna, diantaranya Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.

“Target kami akan dilakukan secara rutin, koran akan kita kirim ke sekolah-sekolah perbatasan seperti ini. Karena kami melihat memang mereka butuh itu,” katanya kepada waspadaaceh.com melalui siaran persnya yang diterima awal Juli 2019.

Dia juga mengatakan selama ini Tim Jelajah Rantau Bertuah  telah rutin melakukan hal yang sama, namun belum maksimal.

“Sejak 2012, saya secara pribadi telah melakukan hal ini. Alhamdulillah makin ke sini semakin banyak dukungan dari berbagai pihak, sejak terbentuknya Komunitas Jelajah Rantau Bertuah 2 tahun lalu.”

“Saya semakin semangat, berkat dukungan teman-teman. Ini salah satu tujuan kami membentuk Komunitas Tim Jelajah Rantau Bertuah, berbuat untuk masyarakat banyak semampu kami,” ungkapnya.

Dia juga membuka diri kepada semua pihak yang peduli akan hal tersebut untuk dapat ikut berkontribusi.

“Jika ada pihak yang memang berkeinginan melakukan hal sosial lainnya kepada saudara kita di perbatasan, kami siap bekerja sama. Baik berupa sumbangan bahan bacaan berupa buku, atau berupa kegiatan sosial lainnya,” kata Cherman.

Dia menegaskan, pulau terpencil seperti Natuna, harus rutin diperhatikan oleh semua pihak dan negara, terutama masalah sosial, budaya dan sebagainya.

“Daerah perbatasan seperti ini rentan akan pengaruh budaya luar. Bukan berarti budaya luar Indonesia tidak bagus. Tapi ada hal prinsip seperti ideologi, budaya daerah, ekonomi, gejala sosial, dan pendidikan itu sangat penting terus dikawal. Kami selaku komunitas Jelajah Rantau Bertuah bertekat akan mengawal hal tersebut demi NKRI semakin berdaulat,” ucapnya mengakhiri. (sa)

BERBAGI