Makmur Budiman Kini Ketum Kadin Aceh

    BERBAGI
    Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dan Ketua Kadin Aceh terpilih, Makmur Budiman. Sementara di barisan belakang, tampak para wakil Ketua Kadin Indonesia, diantaranya Anindya N. Bakrie, Bobby Gafur Umar dan James Riady serta lainnya di Kyriad Hotel Banda Aceh, Rabu (19/6/2019). (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, mengukuhkan Makmur Budiman sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, periode 2019-2024, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kadin Aceh yang dilaksanakan di Hotel Kryiad, Banda Aceh, Rabu (19/6/2019).

    Musprov VI Kadin Aceh yang berlangsung sejak kemarin hingga hari ini terbilang luar biasa. Tidak hanya Ketum Kadin Indonesia yang hadir, Wakil Ketum antara lain, Anindya Bakrie, Bobby Gafur Umar dan James Riady, bos Lippo Group, juga turut hadir. Mereka datang ke Banda Aceh menggunakan pesawat jet pribadi.

    Makmur Budiman ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Aceh dalam sidang Musprov VI Kadin Aceh, yang dipimpin Muntasir Hamid (Ketua Kadin Banda Aceh) beserta empat anggota sidang, yakni Iskandar Ali (Aceh Besar) Nora Idah Nita (Kadin Tamiang), Muhammad Mada (unsur Kadin Provinsi) dan Taufiq.

    Makmur Budiman sebagai ketua formatur dipercaya menyusun kepengurusan Kadin Aceh periode 2019-2024 dan pelantikan akan dilakukan satu bulan ke depan.

    “Paling lama satu bulan sudah dilakukan pelantikan pengurus Kadin Aceh yang baru,” kata Muhammad Mada, selaku SC Musprov Kadin Aceh, Rabu (19/6/2019).

    Sementara itu, ketika membuka kegiatan itu Selasa malam (18/6/2019), Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengingatkan bahwa Aceh pernah menjadi salah satu poros ekonomi dunia yang dengan kekuatan ekonominya (dan kebudayaan) telah menjadikan Aceh sebagai salah satu kerajaan terhebat di dunia pada masanya.

    Karena itu, momentum Musyawarah Provinsi Ke VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, harap Nova bisa menjadi tonggak bangkitnya Saudagar Aceh dalam mengembalikan kejayaan ekonomi Aceh, kata Nova dalam sambutannya di Anjong Mon Mata Pendapa Gubernur Aceh.

    “Sejarah meningkatkan kepercayaan diri kita, bahwa kita pernah jaya dan kita pernah hebat. Karena itu, tidak terlalu sulit jika kita ingin meraih kembali posisi tersebut. Syaratnya, hanya dengan melaksanakan sebab-sebab terwujudnya kejayaan maka sejarah akan berulang,” lanjut Nova. (B.01)

    BERBAGI