Masuknya Makmur Budiman, Bursa Calon Ketua Kadin Aceh “Menghangat”

    BERBAGI

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Masuknya nama Makmur Budiman di tiga kandidat Ketua Kadin Aceh, telah menciptakan persaingan jabatan orang nomor satu di asosiasi pengusaha bergengsi itu semakin “menghangat.”

    Selain Makmur, tercatat nama Said Isa (mantan Ketua Kadin Aceh Barat) dan Nahrawi, pengusaha muda Aceh. Ketiganya telah mendaftar dan akan bersaing memperebutkan kursi tertinggi di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh periode 2019-2024.

    Karena panitia menetapkan dana partisipasi bagi kandidat yang mendaftar sebesar Rp1 miliar ditambah uang mendaftaran Rp50 juta, maka panitia sudah mampu mengumpulkan dana dari tiga kandidat itu sebesar Rp3.150.000.000.

    Ketiga kandidat tersebut memang memiliki reputasi yang bisa diandalkan untuk memimpin Kadin Aceh lima tahun ke depan. Kalangan dunia usaha berharap, siapa pun yang terpilih untuk memimpin Kadin Aceh, mampu melakukan suatu perubahan signifikan dari kondisi Kadin sebelumnya.

    Makmur Budiman, misalnya, pengusaha ini dikenal cukup sukses, kenyang asam garam, punya jaringan bisnis yang luas dan disebut-sebut dekat dengan pengambil kebijakan di Provinsi Aceh.

    Makmur juga disebut memiliki finansial yang mumpuni, sehingga memudahkan langkahnya untuk menguatkan kemandirian dan kapasitas organisasi Kadin dan anggotanya. Dengan keberadaan usahanya yang sudah eksis, tentu figur ini tidak akan memanfaatkan Kadin untuk kepentingan pribadi.

    “Kita harapkan Kadin Aceh ke depan mampu bersaing dengan pengusaha luar dalam merebut peluang-peluang bisnis. Tidak saja di Aceh tapi di provinsi lain, nasional dan internasional,” ujar seorang pengusaha di Banda Aceh.

    Sedang Awi, panggilan akrab Nahrawi, adalah pengusaha muda yang sukses dan kehadirannya sudah mulai diperhitungkan. Unit usahanya berkembang cukup baik. Tidak hanya mengurusi bisnis, Awi juga salah satu Ketua Cabang Olahraga di Provinsi Aceh.

    Nahrawi ketika mendaftar di Sekretariat Panitia Musprov VI Kadin Aceh, Selasa (11/6/2019). (Foto/Ist)

    Sementara Said Isa, kandidat yang paling awal mendaftar, dikenal sebagai pengusaha senior dan berpengalaman di organisasi Kadin.

    Ketiga kandidat tersebut dinilai punya komitmen kuat memajukan Kadin Aceh, yang belakangan ini dinilai telah “mati suri,” tidak punya inovasi dan kurang kreatif.

    Perkuat Interpreneur Muda

    Salah seorang kandidat kuat Ketum Kadin Aceh, H Makmur Budiman, yang ditanya soal penguatan organisasi, melalui whatsapp dia menyatakan sudah mempersiapkan generasi muda (interpreneur muda) masuk dalam jajaran pengurus.

    Selain itu Makmur menyebutkan akan menempatkan orang-orang yang memiliki wawasan, kapasitas dan kapabilitas untuk memajukan Kadin dan ekonomi Aceh, termasuk untuk membina dan mengembangkan sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

    Kepada Waspadaaceh.com, Selasa malam (11/6/2019), Makmur mengatakan, bila diberi amanah memimpin Kadin, dia akan melakukan konsolidasi dan penguatan Kadin di seluruh kabupaten/kota.

    Kadin kabupaten/kota diharapkan nantinya ikut berpartisipasi dalam rangka mengefektifkan penggunaan dana desa, meningkatkan hilirisasi rotan, kopi, nilam, kelapa sawit dan perikanan serta mempersiapkan generasi muda untuk industri creatif start-up tekhnologi.

    Menurut Makmur, Kadin sebagai induk organisasi dunia usaha sebagaimana diamanahkan UU no 1/1987, yakni fungsi Kadin sebagai fasilitator, motivator, koordinator dan advokasi bagi dunia usaha, Kadin mempunyai kewajiban untuk mendorong dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya di daerahnya.

    “Dan Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang ekonomi, diharapkan dapat menjadi lokomotif ekonomi di daerah dan mencetak pengusaha baru dalam rangka menciptakan multiplier effek. Kadin punya kewajiban untuk mempersiapkan tenaga-tenaga terampil untuk menyahuti berkembangnya industri start-up,” ujar Makmur Budiman. (B01)

    BERBAGI