RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Kekurangan Dokter Spesialis

    BERBAGI
    Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud didampingi Dirut RSUD Tgk Abdullah Syafi'i dr Aci Erfiyan sedang berdilog dengan pasien di ruang rawat pria, Senin (10/6/2019). (Waspada/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Abdullah Syafi’i, Kecamatan Mutaiara Timur, Kabupaten Pidie, ternyata masih banyak kekurangan Dokter Spesialis.

    Begitu pun, rumah sakit plat merah ini tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pasien, dengan memaksimalkan tenaga dokter yang ada.

    Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi’i, dr Aci Erfiyan, Senin (10/5/2019) mengungkapkan, saat ini dokter spesialis yang sudah dimilik rumah sakit yang dipimpinnya tersebut sebanyak delapan orang. Diantaranya dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam dua orang, doketer kandungan dua orang. Dokter bedah satu orang, dokter radiologi satu orang, dan dokter Perinatologi satu orang.

    Kendati begitu sebut dia, jumlah ini masih kurang dan perlu ditambah lagi sekurang-kurangnya delapan orang lagi dokter spesialis.

    “Kalau kekurangan kita dua-dua spesialis dasar. Jadi kita ada empat spesialis bagian besar, itu sebenarnya harus ada dua-dua orang. Jadi yang sub spesialis yang kecil minimal satu-satu orang. Kalau kekurang kita delapan orang,” ungkap dr Aci di sela-sela menerima kunjungan Wabub Pidie Fadhlullah TM Daud bersama rombongan di RSUD Tgk Abdullah Syafi’i, Senin.

    Wabub Pidie hadir bersama rombongan dari Kota Sigli, dalam rangka melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke se sejumlah instansi pelayanan publik di daerah itu.

    Terhadap kekurangan dokter spesialis itu, dr Aci melaporkan pihaknya sejak tahun lalu telah mengusulkan ke Pemkab Pidie, namun sampai sekarang belum ada yang mendaftar. Untuk memaksimalkan pelayanan kepada pasien pihaknya saat ini mengontrak beberapa dokter spesialis dari rumah sakit lain.

    Selain kekurangan dokter spesialis, jumlah bed (tempat tidur-red) sebanyak 142 unit dinilainya juga masih kurang, kendati dilihat dari jumlah kamar dengan angka 142 bed itu sudah memadai. “ Kalau untuk ruang memang jumlah 142 bed itu sudah sesuai,” katanya.

    Kendala lain lapor dr Aci, alat-alat kesehatan juga masih kurang untuk per lini ruangan. Semisal, IKG, meskipun saat ini alat itu sudah dimiliki, namun perlu ditambah karena menurut pihaknya masih kurang mencukupi.

    “Insya Allah, tahun depan IKG ini akan kita tambah, karena sudah ada anggaranya,” katanya.

    Dr Aci juga melaporkan saat ini jumlah tenaga perawat ASN berjumlah 80 orang, sedangkan tenaga perawat bakti sebanyak 300-an. Kendati jumlah tenaga perawat bakti sebnyak 300-an, namun itu dinilainya masih kurang, lantaran setiap pasien dijaga dua orang perawat.

    “Kita SDM masih kurang, terlebih dalam waktu dekat ini akan ada penambahan ruangan, pasti kita masih butuh tenaga,” katanya.

    Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, usai melakukan Sidak di RSUD Tgk Abdullah Syafi’i, kepada Waspada mengungkapkan apresiasi kepada direktur beserta semua jajaranya yang telah bekerja baik selama ini.

    Wabup Pidie meminta untuk terus meningkatkan kinerjanya untuk lebih baik lagi. Menurut Fadhlullah, RSUD Tgk Abdullah Syafi’i harus memberikan pelayanan yang bagus biar masyarakat terkesan dan kedua kebersihan.

    “Makanya begitu kita datang tadi kita cek sampai ke toilet, kebetulan yang kita cek itu bersih,” katanya.

    Wabub menegaskan, untuk 2021 RSUD Tgk Abdullah Syafi’i harus berbintang empat, dan dalam waktu dekat dari tipe D harus naik ke tipe C.

    Karena itu Wabup Pidie Fadhlullah TM Daud sangat mengharapkan kepada semua pengelola RSUD tersebut mulai dari direktur sampai ke pegawai paling bahwa harus benar-benar bekerja keras agar agreditasnya dapat ditingkatkan . (b10)

    BERBAGI