Pintu Irigasi Rusak, Petani Tiro Mengeluh Tidak Kebagian Air

    BERBAGI
    Tampak Camat Tiro/Truseb, Almanza, menunjukkan dibendungan pintu satu Tiro yang rusak tersebut, Kamis (18/5/2019). (Waspada/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Konflik perebutan air, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro, Kabupaten Pidie, antara petani hilir dengan hulu kembali terjadi pada musim tanam gadu ini.

    Sengketa ini, terkesan tidak pernah berakhir karena kurang tegasnya Pemkab Pidie dalam mengatur dan membagikan air yang bersumber dalam Irigasi Pintu Satu, Kecamatan Tiro/Truseb ke sawah-sawah masyarakat.

    Seperti dirasahakan ratusan petani Gampong Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur (Mutim) dan sekitar-nya. Mereka mengaku kesulitan mendapat air untuk dialiri ke sawah-sawah mereka.

    Muhammad, salah seorang petani yang sawahnya terletak di hilir kawasan Gampong Tiba Raya, mengisahkan, sulitnya para petani di daerah itu untuk memperoleh air disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, pintu irigasi di Pintu Satu, Tiro, itu sudah rusak.

    Selain itu banyak terjadi sadap menyadap liar, dan ini terjadi akibat tidak tegasnya pemerintah daerah dalam mengatur pembagian air. Pada bagian lain, petugas pengatur air dinilai masyarakat kerap bersikap “pilih-pilih kasih” dalam mengatur dan membagikan air ke sawah.

    “Petugas pengatur air, itu lebih sering dan banyak melakukan pembagian air untuk areal persawahan yang ada di hulu. Mestinya mereka dalam membagikan air itu sesuai aturan. Misalnya, kalau tiga hari-tiga malam air dialirkan ke sawah-sawah di hilir ya jangan dikurangi waktunya,” katanya.

    Sulaiman, warga lainnya mengungkapkan hampir setiap malam dia datang ke pintu irigasi untuk membuka agar air bisa dialirkan ke bawah. Namun selalu dihalangi oleh warga setempat.

    Dalam kondisi itu, kata Sulaiman, kedua belah pihak masyarakat bersitegang memperebutkan air, dan malah hampir terjadi bangku hantam karena kedua kubu saling ngotot memperebutkan air untuk dialirkan ke sawah.

    Camat Tiro/Truseb, Pidie, Almanza menjelaskan bahwa pintu satu, pada Irigasi Tiro/Truseb sudah lama dibiarkan rusak dan terjadi kebocoran. Akibatnya air tidak banyak masuk dalam saluran irigasi dan justru banyak mengalir dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro.

    “ Kami sudah sering menyurati pihak terkait khususnya balai, namu sampai sekarang belum ada penanganan serius,” katanya. (b10)

    BERBAGI