Selama Ramadhan, Gas 3 Kg Kian Langka dan Harganya “Mencekik Leher”

    BERBAGI
    Foto Ilustrasi. (Foto/Ist)

    Lhokseumawe (Waspada Aceh) – Selama memasuki bulan Ramadhan 1440 Hijriah, keberadaan tabung gas 3 Kg bersubsidi kian langka dan harga di pasaran semakin “mencekik leher” masyarakat di Kota Lhokseumawe.

    Kondisi kelangkaan gas 3 Kg yang mulai menghilang dari peredaran di pasaran terjadi tanpa ada upaya tegas dari Pemko Lhokseumawe dan pihak terkait. Sementara itu, kalau pun ada gas yang tersedia, harganya cukup tinggi.

    “Harga HET nya Rp19 ribu. Tapi bila terjadi kelangkaan seperti sekarang ini, harganya mencapai Rp30ribu lebih per tabung 3 Kg,” kata seorang warga Lhokseumawe. Harga ini dirasa cukup mencekik leher.

    Ironisnya lagi, sebagian besar pangkalan gas di Kota Lhokseumawe tidak dapat melayani konsumen di lingkungannya dengan alasan sudah kehabisan stok.

    Salah seorang warga Kel. Teumpok Teungoh, Safrizal, 41, mengatakan, kondisi langka dan mahalnya harga gas 3 Kg telah lama dirasakan sejak memasuki hari meugang dan Ramadhan.

    Safrizal mengaku dapur keluarganya pernah kehabisan gas saat sedang memasak makanan. Sehingga terpaksa harus mencari persediaan gas 3 Kg. Tapi setelah berkeliling di seputaran pangkalan kawasan Kec. Banda Sakti dan Kec. Muara Satu, ternyata sama sekali tidak berhasil menemukan gas.

    Sejumlah pangkalan gas juga tidak bisa melayani dengan alasan klasik telah kehabisan barang. Safrizal mengaku kecewa dengan kondisi gas 3 Kg yang hilang dari peredaran di masyarakat.

    Sementara itu, Kadisperindagkop Lhokseumawe, Ramli melalui Kabid Perdagangan, Irwansyah membenarkan saat ini sedang terjadi kelangkaan gas 3 Kg dan harganya semakin menanjak.

    Kondisi memprihatinkan itu, diketahui setelah pihaknya menerima keluhan warga tentang gas 3 Kg yang hilang dalam peredaran di pasar Kota Lhokseumawe.

    Tidak hanya itu, dalam kegiatan sidak untuk menstabilkan harga barang oleh tim Disperindagkop juga menemukan kondisi kelangkaan gas 3 kg. Selain itu, pada persediaan komoditi jenis bawang putih juga mengalami kenaikan harga dari Rp50 ribu/kg kini naik menjadi Rp60 ribu/kg.

    Irwansyah mengaku pihaknya tidak akan mampu mengatasi masalah kelangkaan dan mahalnya gas 3 kg secara sepihak.
    Karena untuk dapat menstabilkan harga barang maka dibutuhkan pembentukan tim gabungan dari pihak yang terkait.

    “Kita bekerja punya poksi masing-masing. Maka Disperindagkop tak akan mampu mengatasi soal kelangkaan dan mahalnya harga gas sendirian. Tapi butuh tim gabungan untuk bisa menstabilkan harga barang,” tuturnya. (b16)

    BERBAGI