Beranda Olahraga Pelatda Atlet Pra PON dan Porwil Aceh Tetap Jalan Selama Puasa

Pelatda Atlet Pra PON dan Porwil Aceh Tetap Jalan Selama Puasa

BERBAGI
Latihan para atlet yang dipersiapkan ke Pra PON dan Porwil yang terhimpun dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) kategori Satu, Dua dan Tiga tetap  berjalan selama bulan Ramadhan. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Latihan para atlet yang dipersiapkan ke Pra PON dan Porwil yang terhimpun dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) kategori Satu, Dua dan Tiga, tetap  berjalan selama bulan Ramadhan, namun intensitasnya dikurangi.

Ketua Pelatda KONI Aceh, Bachtiar Hasan, kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (14/5/2019) menyebutkan, kegiatan latihan atlet selama Ramadhan dikurangi.

“Latihan atlet hanya berlangsung sore atau usai shalat Ashar sekitar dua jam setiap hari (Minggu libur) selama bulan puasa,” ujarnya.

Menurut Bachtiar, pengurangan intensitas latihan agar para atlet dapat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan sebaiknya selama Ramadhan, namun tetap menjaga kemampuan sebagai atlet yang dipersiapkan ke Pra PON dan Porwil.

Sebanyak 120 atlet dari 16 cabang olahraga kategori satu dan dua akan menjalani 8 bulan Pelatda yang dibagi empat bulan desentralisasi dan empat bulan sentralisasi. Para atlet tersebut peraih  medali di PON XIX/2016 Jabar, Kejurnas resmi/terbuka, Pomnas, Popnas dan hasil tim telescouting (pemandu bakat).

“Para atlet hanya melakukan latihan tehnik sesuai cabang olahraga masing-masing,” ujar Wakil Ketua Umum II KONI Aceh Bidang Pembinaan Prestasi ini.

Bachtiar menambahkan, para atlet juga sudah diberikan libur empat hari yakni 5 – 8 Mei ketika menghadapi puasa Ramadhan. Sedangkan libur Idul Fitri akan diberikan seminggu (7 hari) pada 6 – 12 Juni 2019.

“Katanya, para atlet hanya melakukan latihan tehnik sesuai cabang olahraga masing-masing selama Ramadhan,” ujarnya.

Disebutkan, pelaksanaan Pra PON sesuai jadwal dan tempat masing-masing cabang olahraga selama 2019. Sedangkan Porwil Sumatera di Bengkulu, November 2019. Kedua event tersebut menjadi ajang prakualifikasi menuju PON XX/2020 di Papua.

Perhatikan Gizi dan Menu Atlet

Sementara itu, KONI Aceh dalam pembinaan atlet Pra PON dan Porwil melalui Pelatda tidak hanya membenahi fisik, teknik, akan tetapi juga memperhatikan gizi, menu dan pola makan para atlet.

Untuk itu, KONI Aceh belum lama ini menghadirkan seorang ahli gizi dr.Cut Jaswanita Eka Putri, Sp.KFR mempresentasikan tentang gizi, menu, pola makan atlet kepada para pelatih masing-masing cabang olahraga di ruang rapat organisasi induk cabang-cabang olahraga tersebut.

Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun mengatakan, gizi, menu dan pola makan termasuk sangat menentukan seorang atlet untuk meraih juara.

M Nasir menyatakan, soal gizi dan menu serta pola makan akan menjadi perhatian serius KONI Aceh dalam pelaksanaan Pra PON dan Porwil.

Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang, Teuku Rayuan Sukma menambahkan, dalam pemberian gizi dan suplemen juga perlu perhatikan jangan sampai terindikasi doping. Karena atlet terkena doping bisa saja disengaja dan tidak sengaja. (Ria)

BERBAGI