Beranda Olahraga Nova Iriansyah Dukung Penuh Anggaran Demi Kemajuan Olahraga Aceh

Nova Iriansyah Dukung Penuh Anggaran Demi Kemajuan Olahraga Aceh

BERBAGI
Plt Gubernur Aceh, Ketua KONI Aceh, KONI Sumut dan Wali Nanggroe di acara buka puasa bersama di KONI Aceh, Rabu (15/05/2019). (Foto/Aldin NL)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mendukung penuh anggaran KONI Aceh untuk kemajuan olahraga Aceh.

“Besok, tolong dimasukkan anggaran perubahan (APBAP) langsung ke saya. Kalau diusul lewat Tim TAPA bisa belok sana-sini,” tegas Nova Iriansyah saat memberi sambutan buka puasa bersama di GOR KONI Aceh, Rabu (15/05/2019).

Buka puasa ini dihadiri Pengurus KONI Aceh, KONI Sumut, Wali Nanggroe Aceh, unsur Muspida Aceh, pengurus Pengrov Cabang Olahraga, pelatih dan atlet yang telah ikuti Pelatda Desentralisasi binaan KONI Aceh serta undangan lainnya.

KONI Aceh tahun 2019 ini mengalami kesulitan anggaran. Dari Rp52 miliar yang dibutuhkan untuk persiapan, Pelatda, Pra PON dan Porwil dalam rangka menghadapi PON XX tahun 2020 di Papua, namun anggaran itu dipotong Tim Anggaran Pemerintah Aceh dan hanya tersisa sekitar Rp21 miliar yang diberikan ke KONI Aceh.

Penegasan Plt Gubernur untuk komit membantu anggaran KONI seperti sebuah oase (oasis) di tengah padang pasir. Dengan kata lain, pucuk dicinta ulam tiba.

Dia juga menyatakan, anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga termasuk untuk anggaran 2019 dan 2020.

Di samping kebutuhan PON 2020 di Papua, lanjut Nova, yang tidak kalah penting yakni, persiapan Aceh-Sumut menjadi tuan rumah bersama PON 2024 yang sudah diputuskan tahun lalu dalam sebuah musyawarah di Jakarta.

Dia berkeyakinan tren positif kemajuan olahraga Aceh akan semakin maju dan jaya pada saat Aceh menjadi tuan rumah PON bersama Sumatera Utara.

Sebelumnya Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf menjelaskan perkembangan olahraga Aceh dan persiapan menghadapi dua event besar tahun ini, yaitu Pra PON dan Porwil, sebagai ajang seleksi menuju PON Papua 2020.

Pada kesempatan itu, Ustadz Saffani, penceramah pada acara buka puasa itu antara lain mengingatkan kembali tentang
derajat ketaqwaan harus makin meningkat selama bulan suci Ramadhan.

Disebutkan, perjuangan yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu. Untuk bisa lolos ujian itu, kata dia, kita harus kenal lawan dan titik lemahnya. Hingga kita lulus ujian dan mendapat juara kelak serta selalu dalam keridhaan Allah Swt, yang ganjarannya adalah masuk surga.(B01)

BERBAGI