Beranda Sumut Masyarakat Tolak Intervensi LSM Asing di Indonesia

Masyarakat Tolak Intervensi LSM Asing di Indonesia

BERBAGI
Masyarakat dan mahasiswa sekitar PLTA Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (29/4/2019), melakukan aksinya, menolak intervensi LSM asing dalam kaitan pembangunan PLTA Batangtoru. (Foto/Ist)

Medan – Masyarakat dan mahasiswa sekitar PLTA Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (29/4/2019), melakukan aksinya, menolak intervensi LSM asing dalam kaitan pembangunan PLTA Batangtoru.

Di jembatan Batangtoru, puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Tapanuli Selatan itu menggelar unjuk rasa damai.

Para pengunjukrasa ini berorasi dan menggelar spanduk berisi penolakan intervensi LSM asing dan LSM lokal yang menjadi kaki-tangannya, serta mengibarkan bendera di jembatan Trikora Batangtoru, hingga lewat tengah hari.

Massa yang melakukan aksi ini sekitar 50 orang, dengan dikoordinir Wansanuddin S dan Nirwan.

Dalam orasinya massa pengunjukrasa tersebut menyatakan sikap, mendukung penuh pembangunan proyek strategis nasional PLTA Batangtoru berkapasitas 510 Mega Watt.

“Proyek hijau ini bersih dan ramah lingkungan demi kesejahteraan rakyat dan sangat efektif mampu menghemat devisa negara sekitar 5,6 triliyun, dan alternatif mengatasi krisis listrik,” kata mereka dalam pernyataan sikapnya.

Mereka juga menilai kehadiran PLTA Batangtoru sebagai bukti keseriusan pemerintah RI dalam Paris Agrement untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030, dengan capaian pengurangan karbon dioksida minimal 1,6 juta ton/tahun atau setara dengan 123 juta pohon.

Aksi Penolakan SLM Asing di Medan

Pada hari yang sama, puluhan mahasiswa juga melakukan aksi penolakan intervensi LSM asing di depan Gedung DPRD Sumatera Utara.

Puluhan mahasiswa dari Dewan Pimpinan Daerah Korps Indonesia Muda (DPD-KIM) Provinsi Sumatera Utara, menuntut adanya tindakan tegas dari pemerintah terhadap LSM asing yang telah melakukan kampanye hitam dengan membawa isu lingkungan dan Orangutan.

“Kami meminta agar Bapak Gubernur dan DPRD Sumut, menolak dan usir NGO ataupun LSM asing yang menentang proyek strategis nasional PLTA Batangtoru. Jangan sampai pembangunan kita diintervensi asing seenaknya,” tegas Kordinator Aksi, Nanda.

Praktisi Energi Ingatkan LSM

Sementara itu, praktisi energi Johan Brien kembali mengingatkan kepada LSM atau NGO asing dan kaki-tangannya di Indonesia, agar tidak”mengganggu” proyek-proyek strategis nasional (PSN), apalagi proyek tersebut dengan konsep ramah lingkungan.

Johan justru mempertanyakan apa urusan LSM asing itu yang berencana menggagalkan pembangunan PLTA Batangtoru, yang merupakan proyek strategis nasional.

“Pembangunan proyek energi dengan konsep berkelanjutan itu dibutuhkan di Sumut. Khususnya bidang energi terbarukan. Apa kepentingan NGO asing datang ke Indonesia khususnya ke Sumut. Apa urusan mereka datang? Ini harus dipertanyakan,” kata Johan kepada Waspadaaceh.com, Senin (29/4/2019).

Pernyataan Johan itu untuk menjawab pertanyaan wartawan, terkait informasi adanya kerjasama Mighty Earth yang memfasilitasi beberapa LSM dan orang asing, untuk datang ke wilayah Batangtoru, yang direncanakan Selasa (30/4/2019).

Diduga lembaga asing yang bermarkas di Wangshinton DC, Amerika Serikat tersebut, akan membawa mantan senator, konjen dan staf kedutaan besar, selain sejumlah LSM. (sa)

BERBAGI