Jenazah Mahasiswa Mesir Asal Aceh, Ikram Zamzami, Dipulangkan

    BERBAGI
    Almarhum Muhammad Ikram Zamzami, 25, mahasiswa Mesir asal Aceh. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh bertakziah ke rumah Almarhum Muhammad Ikram Zamzami, 25, mahasiswa Mesir asal Aceh, di Gampong Ajun Jempet, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (21/4/2019).

    Muhamad Ikram Zamzami adalah bungsu dari pasangan Zamzami dan Nurlaela yang sedang kuliah di Al – Azhar Kairo dan meninggal di Rumah SakitĀ  El-Safarat, Mesir.

    Kedatangan Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, bersama rombongan merupakan perintah dari Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk membahas upaya pemulangan jenazah almarhum yang sedang menuntut ilmu di Mesir.

    “Kami Pemerintah Aceh turut belasungkawa atas meninggalnya adik kita Muhammad Ikram Zamzami,” kata Alhudri.

    Di hadapan masyarakat dan orang tua almarhum, Alhudri mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh siap memulangkan jenazah almarhum yang saat ini masih di Rumah Sakit El-Safarat Kairo.

    “Kepada kami, Pak Plt berpesan agar dipulangkan jenazah almarhum ke Aceh. Makanya kami hadir di sini sambil bertakziah,” kata Alhudri sambil memperkenalkan satu persatu para pejabat di Dinas Sosial Aceh yang juga ikut ke rumah duka.

    Aceh siap menanggung biaya pemulangan almarhum dari Mesir, karena pemulangan warga Aceh dari luar negeri merupakan tanggung jawab Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh.

    Kepada ayah almarhum, Zamzami, Alhudri juga memberikan sedikit santunan sambil menyampaikan salam dari Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

    “Pak Plt Gubernur Aceh titip salam untuk Bapak. Semoga bapak dan keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya.

    Musibah yang menimpa Ikram menggugah banyak kalangan. Sejak dilarikan ke rumah sakit El-Safarat Kairo, Rabu 17 April 2019, informasi demikian cepat tersebar di media sosial. Ramai-ramai orang menggalang dana untuk membantu pengobatan Ikram.

    Pihak RS El-Sefarat mengungkapkan bahwa Ikram divonis menderita gagal jantung, peradangan hati dan ginjal. Kendati pengobatan yang diberikan tim dokter dan uluran tangan serta doa rekan-rekannya demikian maksimal, namun takdir berkata lain.

    Ikram pun berpulang, meninggalkan duka bagi kerabat, keluarga, serta siapapun yang baru mendengar cerita perjuangan gigihnya menuntut ilmu di negeri jauh. (Fuadi)

    BERBAGI