134 Tahanan dan Napi Rutan Sigli Tak Bisa Nyoblos

    BERBAGI
    Kendati tidak bisa menggunakan hak pilih karena tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb, ratusan tanahan dan Napi Lapas Benteng, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, meneriakkan yel,yel Prabowo -Sandi, Rabu (17/4/2019). (Waspada/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Sedikitnya 134 tahanan dan Narapidana (Napi) Rutan II-B Benteng, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, pada hari H Pemilu, Rabu hari ini (17/4/2019), dipastikan tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

    Mereka terpaksa menjadi Golongan Putih (Golput-red), karena tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) domisili asal, dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

    Menurut salah seorang Napi, kendati saat ini tubuh mereka dikurung dalam Lapas, mestinya bukan berarti semua hak mereka sebagai warga negara Indonesia hilang. Setidaknya mereka mengaku masih memiliki hak untuk memilih dalam menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan.

    “Saya belum divonis bersalah, dan saya masih menjadi warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama seperti warga umum lainnya. Meski badan saya sekarang ini dikurung dalam Sel, tetapi hak politik saya kan tidak dicabut. Tapi saya tidak bisa memberikan hak suara saya,” seorang tahanan Lapas Sigli yang enggan menyebut namanya.

    Sejumlah tahanan dan Napi di Rutan Sigli mengatakan, Pemilu 2019 ini adalah Pemilu yang paling buruk sepanjang Indonesia merdeka.

    Sementara itu Ketua Devisi Teknis Penyelengara Komisi Independen Pemilihan (KIP), Fuadi Yusuf, ditemui di LP Benteng, Kota Sigli, menjelaskan dari total 473 jumlah warga binaan di Rutan Benteng, Sigli, hanya 339 yang terdaftar dalam DPT dan DPTb.

    Sementara sebanyak 134 tidak terdaftar sehingga tidak bisa menggunakan hak pilih. Pihaknya, sebut dia, tidak bisa memaksakan para tahanan dan Napi yang namanya tidak masuk dalam DPT dan DPTb, untuk mencobos karena melanggar hukum.

    “Apabila membiarkan mereka (penghuni rutan Benteng-red) yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb untuk memilih, maka KPPS, PPS dan PPK akan kena sanksi pelanggaran,” katanya.

    Kabag Ops Polres Pidie Kompol Juli Efendi, melaporkan kondisi dan situasi kemanan di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, pada hari “H” pemilihan berlangsung aman dan kondusif.

    Warga hampir di seluruh Pidie dan Pidie Jaya sejak pagi sudah berduyun-duyun ke TPS masing-masing.

    “Alhamdulilah sampai sekarang kondisi kemanan di wilayah hukum Polres Pidie berlangsung aman dan terkendali. Warga usai memberi hak suara langsung kembali dan melakukan aktifitas seperti biasa,” tandasnya (b10)

    BERBAGI