KIP Aceh Besar Distribusikan Kotak Suara ke Pulo Aceh

    BERBAGI
    Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar mendistribusikan logistik Pemilu 2019 ke Kecamatan Pulo Aceh, Selasa (16/4/2019). Perlengkapan itu dikumpulkan di Pelabuhan Ulee Lheue, sebelum dipasok ke dalam kapal nelayan dan didistribusikan ke salah satu pulau terluar Aceh itu.(Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar mendistribusikan logistik Pemilu 2019 ke Kecamatan Pulo Aceh, Selasa (16/4/2019). Perlengkapan itu dikumpulkan di Pelabuhan Ulee Lheue, sebelum dipasok ke dalam kapal nelayan dan didistribusikan ke salah satu pulau terluar Aceh itu.

    Ketua Divisi Hukum KIP Aceh Besar, Junaidi mengatakan, terdapat sedikitnya 18 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 17 gampong se-Kecamatan Pulo Aceh.

    “Jumlah pemilih ada 3.015 orang, dengan rincian laki-laki 1.578 orang dan perempuan 1.437 orang,” ujar Junaidi.

    Adapun logistik yang didistribusikan ke Pulo Aceh meliputi 90 kotak suara untuk TPS, dan 11 kotak lagi untuk ditempatkan di tingkat PPK. Nantinya, di setiap TPS didirikan empat bilik suara, jadi total seluruhnya terdapat 72 bilik.

    Prosesi pelepasan logistik langsung dihadiri Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. Untuk rute perjalanannya, dari Pelabuhan Ulee Lheue kapal akan bertolak ke Pulo Nasi dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Dari Pulo Nasi, perjalanan berlanjut satu jam lagi menuju gampong Lampuyang di Pulo Breuh.

    “Dari sana akan disambut tim PPS dan juga Panwascam dengan didampingi pengamanan dari TNI dan Polri. Dua tempat itu persinggahan kami,” kata Junaidi.

    Dia juga memastikan seluruh logistik siap ditempatkan di seluruh TPS, malam nanti. Kendati demikian, pihaknya juga mengantisipasi berbagai kendala dalam perjalanan, seperti kondisi cuaca dan tranportasi laut.

    “Kendala bisa muncul saat menuju ke lokasi, maupun ketika pengembalian logistik usai pemungutan suara ke KIP Aceh Besar,” kata dia.

    Pengamanan Pemilu di Aceh Besar
    Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria mengingatkan masyarakat untuk menjaga suasana tetap dalam keadaan kondusif selama pemungutan suara besok. Dia juga mengimbau agar tidak ada pihak yang memobilisasi massa dan mengklaim kemenangan sebelum ada hasil rekapitulasi dari KIP.

    “Masyarakat juga perlu aktif mengawasi siapa saja yang membagi-bagikan uang. Baik kepada masyarakat maupun petugas penyelenggara pemilu, ini harus diwaspadai,” kata dia.

    Untuk pasukan pengamanan, lanjut Ayi, Senin lalu sudah digelar apel pergeseran pasukan yang dihadiri personil TNI dan Polri. Jumlah seluruhnya ada 436 personil. Dengan rincian, 407 personil Polres Aceh Besar dan tambahan dari 29 personil BKO dari SPN Seulawah dan Polda Aceh.

    “Juga akan dibantu 81 personil TNI,” tambah dia.

    Personil ini ditugaskan selama 6 hari, terhitung sejak tanggal 15 April kemarin. Saat ini, pihak keamanan sudah berada di desa-desa.

    Selain itu, kepolisian juga mengadakan patroli dialogis dan patroli skala besar, guna mencegah potensi kejahatan, seperti intimidasi dan lainnya. Mereka juga telah menggelar sosialisasi ke masyarakat untuk datang mencoblos ke TPS.

    Pihaknya juga mengerahkan pengamanan untuk mengawal logistik pemilu mulai dari Jantho sampai ke Pelabuhan Ulee Lheue, hingga berlanjut ke Pulo Nasi dan Pulo Breuh.

    “Kita imbau untuk tidak golput, kami menjamin keamanan masyarakat untuk memilih,” imbuh Ayi.

    Untuk pengamanan pemilu di Pulo Aceh sendiri, Kapolres telah mengerahkan 20 personil. Masing-masing TPS dijaga satu personil polisi dan ada dua TPS yang dijaga seorang personil. Sementara back-up untuk mempertebal pengamanan dari TNI ada 11 personil.

    “Kondisi kamtibmas di Aceh Besar secara umum relatif kondusif belum ada hal menonjol dan krusial, masih aman-aman saja,” tandas Ayi. (Fuadi)

    BERBAGI