Beranda Wisata & Travel Kemenpar Lakukan Gebrakan, Ubah Geopark Toba Jadi Pariwisata Global

Kemenpar Lakukan Gebrakan, Ubah Geopark Toba Jadi Pariwisata Global

BERBAGI
Para pembicara dalam seminar Geopark Toba di Poltekpar Medan, Jumat (5/4/2019). (Foto/sulaiman achmad)
Medan – Kementerian Pariwisata (Kemenpar), terus melakukan gebrakan untuk mengubah geopark Toba atau Danau Toba di Sumatera Utara, menjadi salah satu destinasi wisata global.
Keseriusan itu dengan melibatkan banyak pihak dari berbagai negara termasuk Korea Selatan hingga Thailand. Salah satunya, melalui seminar tentang “Menghadapi Tantangan Baru dan Peluang Pariwisata Geopark Global” yang digelar di Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Medan, Jumat (5/4/2019).
Salah satu yang dibahas adalah geopark merupakan warisan alam dan menjadi sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi. Masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam termasuk di dalamnya nilai arkeologi, ekologi dan budaya.
“Di kawasan ini dapat juga diimplementasikan berbagai strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan, yang promosinya harus didukung oleh program pemerintah. Sebagai sebuah kawasan, geopark harus memiliki batasan yang tegas dan nyata di dalam pengembangannya,” kata Kepala Unit Geotourism Poltekpar Medan, Boni Tauhid.
Boni mengatakan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yakni pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan media seharusnya bersinergi untuk memahami konsep geopark tourism ini yang nantinya akan digunakan untuk kemajuan serta kebanggan sebuah wilayah yang memiliki aset ini untuk kemajuan pariwisata.
“Pengembangan geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan. Konsep geopark memperbolehkan masyarakat tetap tinggal di dalam kawasan, yaitu dalam rangka menghubungkan kembali nilai-nilai warisan bumi kepada mereka,” ujarnya.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sudah melakukan fungsinya dengan mengumandangkan konsep pengembangan geopark ini ke seantero wilayah di Indonesia.
Perguruan tinggi juga selayaknya memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan seluruh civitas akademika nya yang akan menjadi duta-duta pengembangan geopark di wilayah di mana mereka berada. Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif di dalam revitalisasi kawasan secara keseluruhan.
“Melalui seminar ini kita akan memperoleh rumusanĀ  masukan atau ide yang akan diimplementasikan dalam pemanfaatan Kaldera Toba sebagai laboratorium alam. Unit geopark dan kuliner juga sedang dalam proses menjajaki 8 Kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, seluruh stakeholder pariwisata untuk membuat sebuah pakta integritas yang nantinya kan digunakan untuk penempatan mahasiswa dan dosen memanfaatkan laboratorium alam,” tambah Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip.
Dalam seminar ini dihadiri oleh pembicara dari berbagai negara antara lain Director Asia-Pacific, Global Sustainable,Tourism Council Korea National Geopark,Committee Member, Mihee Kang Ph.d. Lalu ada, Prof Miguel Rivas Fernandez Msc dari University of Central Lancashire, UK (Madrid).
Selain itu, ada juga Associate Prof Dr Vichit Rangpan Yala Rajabhat dari University Thailand, DR Budi Martono, Ketua Jaringan Geopark Indonesia (JGI) Indonesia Geopark Network, Prof Dr Robert Sibarani MS, Guru Besar Universitas Sumatera Utara, DR Indyo Pratomo, Peneliti dan Ahli Geologi Bandung termasuk DR Ir H Yunus Kusumahbrata, MSC sebagai Ketua Tim Percepatan Geopark Kementerian Pariwisata RI.
Boni menambahkan apalagi presiden telah menerbitkan Keppres No 9/2019 tentang pengembangan bumi dan geopark untuk mendukung pengembangan geopark nasional yang ada di daerah.(sulaiman achmad)
BERBAGI