Beranda Wisata & Travel Basajan Mulai Serius Bangun Kerja Sama

Basajan Mulai Serius Bangun Kerja Sama

BERBAGI
Penandatanganan MoU oleh tiga kepala daerah, yakni Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wali Kota Sabang, Nazaruddin dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, bertempat di ruang kerja Wali Kota Sabang, Selasa (2/4/2019). (Foto/Ist)

Sabang (Waspada Aceh) – Setelah sempat lama terhenti, kini Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemko Sabang dan Jantho – Aceh Besar (Basajan), menyatakan sepakat akan memulai kembali menjalin kerja sama di bidang pariwisata.

Keseriusan kerja sama tersebut, langsung diwujudkan melalui penandatanganan MoU bersama, oleh ketiga kepala daerah, yakni Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wali Kota Sabang, Nazaruddin dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, bertempat di ruang kerja Wali Kota Sabang, Selasa (2/4/2019).

“Pada hari ini kembali kita bangkitkan Basajan, kerja sama segitiga antara Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar. Ketiga daerah ini masing-masing mempunyai keunggulan dan potensi yang luar biasa,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, kepada wartawan usai penandatanganan MoU.

Disebutkan, sebagai contohnya dari potensi itu adalah, seperti Kota Banda Aceh mempunyai berbagai cagar budaya mulai dari Masjid Raya Baiturrahman, Kapal PLTD Apung dan Museum Tsunami.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wali Kota Sabang, Nazaruddin dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, usai penandatanganan MoU Basajan bertempat di ruang kerja Wali Kota Sabang, Selasa (2/4/2019). (Foto/Ist)

Sedangkan Kota Sabang terkenal dengan berbagai objek andalan wisata baharinya yang saat ini sudah dikenal para wisatawan, begitu juga Aceh Besar dengan wisata kulinernya dan wisata pantainya yang luar biasa.

“Makanya ini yang harus bersinergi, harus sama-sama kita menjual daerah kita ini, baik untuk domestik maupun mancanegara. Yang kita harapkan ke depan, wisatawan yang datang ke Aceh akan berbondong-bondong karena kita sepakat bersama untuk terus giat mempromosikan daerah kita,” terangnya.

Kata Aminullah, tidak hanya itu saja, dalam hal lain pun potensi-potensi daerah bisa dimajukan bersama, baik itu kerja sama bidang transportasi maupun infrastruktur seperti pelabuhan. Karenanya fokus utama dari Basajan ini adalah di bidang pariwisata.

Bagaimana nantinya cara menggenjot dan membangkitkan pariwisata ini dengan menjual kelebihan-kelebihan yang dimiliki setiap daerah.

“Kita harapkan kerja sama ini akan mendatangkan wisatawan yang banyak, dan membangkitkan ekonomi kita yang terbatas. APBK kita sekarang ini hanya sedikit, Banda Aceh Rp1,2 triliun, Sabang cuma Rp800 miliar. Jadi bagaimana mendapatkan masukan dari sumber lain di samping ini, kita akan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke daerah kita,” lanjut Aminullah.

Jadi inilah yang kita harapkan dari kerja sama Basajan ini, karena kita bisa kaya dengan potensi daerah. Makanya ke depan nanti kita harus mampu meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara,” lanjut Aminullah.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengatakan, kerja sama antara Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar, yang pertama memang kawasan ini mempunyai satu history, dimana sejarahnya memang satu. Kedua, bagaimana membangun kawasan yang berintegrasi. Baik itu ekonomi, pariwisata, transportasi dan infrastruktur yang selama ini terputus.

“Tidak bisa menyelesaikan persoalan dengan sendiri-sendiri. Sebagai contoh antara Aceh Besar dan Banda Aceh. Dimana Banda Aceh butuh air, sedangkan sumber airnya ada di Aceh Besar, begitu juga transportasi sekarang seperti bus Trans Koeta Radja yang kini menyambung destinasinya sudah sampai ke Aceh Besar,” kata Mawardi.

Begitu juga Sabang, walaupun trans itu tidak mesti di darat tapi juga ada trans dalam bentuk lainnya yang akan dibangun, misalnya transportasi laut. Semoga dari kerja sama Basajan ini bisa menyambung terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri lagi.

“Kalau ini bisa kita wujudkan. Saya yakin kawasan ini akan tumbuh dengan cepat, baik di sektor ekonomi, sektor pariwisata, infrastruktur, dan sektor yang lain. Siapa saja yang harus dilibatkan, tentu saja yang pertama adalah ketiga wilayah ini. Kemudian BPKS dan juga Pemerintah Provinsi Aceh.”

“Kami sepakat akan membentuk lembaga khusus yang memang nanti akan mendiskusikan ini, dan melahirkan pikira-pikiran yang nantinya kita MoU kan kembali secara mendetail,” sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Sabang, Nazaruddin mengatakan, sangat menyambut gembira dan pertemuan ini merupakan pertemuan yang langka berkumpulnya tiga kepala daerah di Sabang.

Menurutnya, pertemuan ini merupakan awal kebangkitan antara Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar, dan ini akan menjadi satu kesatuan yang sangat besar. Artinya, dengan menyatunya tiga daerah ini, maka kekuatan akan semakin besar untuk memajukan daerahnya masing-masing.

Terutama sekali, satu sama lainnya akan saling support, saling melihat, saling koordinasi, terutama dalam membangkitkan sektor pariwisata yang akan menjadi unggulan.

“Kami yakin dengan kesatuan besar ini maka secara dampak ekonomi masyarakat pasti meningkat dan kemajuan daerah pasti akan lebih cepat,” tutupnya. (Ria)

BERBAGI