Beranda Tulisan Feature Ada Jembatan “Indiana Jones” di Pidie

Ada Jembatan “Indiana Jones” di Pidie

BERBAGI
Seorang pelajar sedang berjalan di atas jembatan gantung yang rusak, menghubungkan Gampong Tanjong Krueng dengan Gampong Keude Ie Leubue, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Rabu (20/3/2019). (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada Aceh) – Jembatan gantung menghubungkan antara Gampong Tanjong Krueng dengan pasar tradisional Gampong Ie Leubue, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, telah lama dibiarkan rusak.

Pengamatan Waspadaaceh.com di lokasi jembatan, Rabu pagi (20/3/2019), kondisi jembatan tersebut tampak sangat memprihatinkan. Lantainya sudah rusak dan papannya lapuk.

Bahkan lantainya bolong, kelihatan aliran sungai di bawahnya, sehingga membahayakan masyarakat yang melintasi jembatan. Jembatan ini juga sering menjadi perlintasan para pelajar sekolah setempat.

Salah seorang warga menyebutnya sebagai jembatan maut, yang mirip dengan jembatan yang ada dalam salah satu serial film Hollywood berkisah petualangan, “Indiana Jones“. Hampir semua papan lantai jembatan telah patah akibat dimakan usia. Besi leger jembatan pun ada yang sudah patah dan karatan.

Namun warga tidak mengambil pilihan lain, tetap menggunakan jembatan itu karena perjalanan bisa lebih dekat, kendati nyawa mereka sebagai taruhannya.

“Kalau tidak hati-hati melangkah, maka kita bisa terjatuh,” kata Suryadi, salah seorang pedagang ikan di Pasar Tradisional Gampong Ie Leubue.

Kata Suryadi, jembatan dengan panjang sekira 100 meter itu memang sudah lama rusak. Meski warga telah lama mengeluh tentang buruknya kondisi jembatan, namun belum juga mendapat perhatian pemerintah setempat.

“Belum ada tindakan juga dari pemerintah,” tutur Suryadi. Padahal jembatan ini adalah penggerak roda perekonomian masyarakat yang berdonisili di daerah pesisir Kabupaten Pidie tersebut. Tidak jauh dari jembatan itu terdapat pasar tradisional yang hanya aktif di pagi hari.

Pemkab Pidie di bawah kepemimpinan Bupati Roni Ahmad alias Abusyik, diharapkan peka terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat, dinataranya terkait dengan insfratruktur yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Samsul Bahri, warga Gampong Ie Lebeu menambahkan, kendati jembatan itu menghubungkan Gampong Tanjong Krueng dengan pasar Gampong Ie Leubue, tapi yang menggunakan jembatannya masyarakat dari sejumlah warga gampong tetangga.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupten Pidie, Muhammad Ridha, kepada Waspadaaceh.com, Rabu (20/3/2019), menjelaskan bahwa Pemkab Pidie dalam melaksanakan pembangunan, menargetkan untuk menjawab masalah–masalah rakyat. Baik itu dari usulan Musrenbang, maupun usulan dari mana saja yang akan direcanakan.

Terkait dengan jembatan gantung, Bappeda Pidie pernah mengusulkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), dengan menggunkan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) bersama.

Namun sampai sekarang, sebut dia, pihaknya belum memegang data tentang apa saja yang diakomodir. Begitu pun masalah itu menjadi perhatian Bappeda untuk memberi arahan bidang-bidang, agar melihat kondisi jembatan gantung, yang sangat urgen yang harus ditangani segera. (m.riza)

BERBAGI