Beranda Life Style Ini Dia Pil “Anti Bunuh Diri” bagi Mereka yang Kesepian

Ini Dia Pil “Anti Bunuh Diri” bagi Mereka yang Kesepian

BERBAGI
ILUSTRASI (Foto/Ist)

Semua orang pernah merasa kesepian. Apalagi pada era milenial sekarang ini, ketika gaya hidup sudah jauh berubah, dan kehidupan sosial mengarah kepada individualisme, semakin banyak pula orang yang mengalami kesepian.

Stres karena keuangan/ekonomi, hidup sendiri, kehidupan rumah tangga yang tidak bahagia, serta kurangnya interaksi sosial, merupakan penyebab utama orang-orang menderita kesepian.

Beruntung bila orang-orang yang dirundung kesepian ini, kemudian mencari penyelesaian melalui pendekatan spiritual (agama/keyakinan) atau datang ke psikolog (terapis). Sebagian lagi ada yang mampu mengusir kesepiannya dengan menekuni hobinya, misalnya memancing, traveling, berolahraga dan kegiatan lain yang positif.

Berita Lain: Jembatan “Indiana Jones” di Pidie

Tapi sayangnya, banyak juga di antara “penderita” kesepian yang mengambil jalan lain, misalnya mengonsumsi narkoba atau alkohol, atau bahkan ada yang mengambil jalan pintas, “bunuh diri.”

Kesepiani, akhir-akhir ini tampaknya telah menjadi “wabah,” yang menghinggapi banyak orang di seluruh dunia. Tak pandang usia, muda mau pun tua. Tapi adakah cara lain untuk “mengobati” kesepian?

Seorang peneliti asal Amerika Serikat, Stephanie Cacioppo, mengatakan, dia memiliki jawaban atas masalah kesepian yang “mewabah” tersebut melalui sebuah pil.

“Kesepian dapat meningkatkan risiko kematian hingga 26 persen. Lebih parah dari obesitas. Kesepian juga dapat menular seperti wabah,” kata Cacioppo, sebagaimana dikutip dari laman Teknologi.id.

Direktur Brain Dynamics Lab di University of Chicago Pritzker School of Medicine ini, sedang menelitii sebuah pil yang diharapkan dapat mencegah seseorang mengalami kesepian kronis.

Walau mendapat kritik karena menciptakan pil untuk mengatasi kesepian, Cacioppo menegaskan, obat tersebut hanya dikonsumsi sebagai “penyelamat” di waktu genting, bukan solusi jangka panjang.

“Pil ini akan sangat membantu untuk mencegah bunuh diri. Bukan pengganti kehidupan sosial yang lebih sehat,” tambahnya.

Cacioppo berfokus pada normalisasi kadar allopregnanolone–yang secara alami memproduksi neurosteroid di dalam tubuh. Senyawa tersebut dapat mengatasi beberapa perubahan biologis yang berhubungan dengan kesepian di otak.

Pil tersebut, lanjut Cacioppo, berbeda dengan obat anti depresan yang ada saat ini beredar. Dia menargetkan kesepian dengan lebih spesifik.

“Kami melihat puncak kesepian dirasakan pada mereka yang kesulitan terhubung dengan orang-orang di sekitarnya,” kata Cacioppo. (tid)

BERBAGI