Beranda Aceh Rencana Revetment Muara Pasi Rawa Pidie Terkendala DED

Rencana Revetment Muara Pasi Rawa Pidie Terkendala DED

BERBAGI
Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP), Kabupaten Pidie, Tarmazi. (Foto/Ist)

Sigli (Waspada Aceh) – Rencana revetment (struktur pelindung pantai-red), Kuala Pasi Rawa, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, terkendala biaya pembuatan Detail Engineering Design (DED).

“Butuh biaya besar dalam revetment berupa membangun break water (pemecah ombak-red) Kuala Pasi Rawa. Untuk pembuatan DED saja butuh dana sekira Rp1 miliar lebih,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP), Kabupaten Pidie, Tarmazi, Selasa (12/3/2019).

Menurut dia, dalam penanganan revetment pantai tersebut, perlu keterlibatan beberapa dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pidie. Terlebih revetment pantai tersebut bukan kewenangan dari dinas yang dipimpinnya tersebut.

Dia menilai hal itu sangat penting karena di dalamnya ada fasilitas dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Tarmizi mengungkapkan, pasca bencana tsunami 2004, kondisi mulut Muara Pasi Rawa telah mengalami pendangkalan.

Hal itu menyebabkan banyak kapal motor (KM) milik nelayan tidak bisa lagi masuk untuk parkir di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pasi Rawa. Demikian juga kapal motor milik nelayan tidak bisa keluar dari TPI untuk berlayar mencari ikan.

“Untuk keluar atau masuk ke TPI, kapal motor milik nelayan harus menunggu datangnya waktu air pasang. Kalau tidak, kapal atau boat nelayan akan kandas,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, ungkap Tarmizi, lebih dari 30 unit kapal motor yang selama ini parkir di TPI Pasi Rawa, terpaksa menurunkan ikan di TPI Lambaro, Kota Banda Aceh.

“Sekarang kalau tidak salah, tersisa enam kapal lagi yang masih memilih parkir di TPI Pasi Rawa. Sedangkan yang lain memilih parkir menurunkan ikan di Lambaro, Kota Banda Aceh,” katanya.

Menurut dia, banyak nelayan mengeluhkan tentang dangkalnya muara sebagai jalur masuk ke TPI Pasi Rawa. Namun keluhan para nelayan itu sampai sekarang belum dapat diatasi pihaknya karena terkendala anggaran yang sangat besar, diperkirakannya mencapai lebih Rp60 miliar. (b10)

BERBAGI