Warga Nagan Raya Dihebohkan Temuan Bayi dalam Kardus

    BERBAGI
    Warga bersama Polisi dan anggota dewan saat membawa bayi yang ditemukan di depan rumah ke Puskesmas Padang Rubek Kec.Kuala Pesisir, Nagan Raya, Senin (11/3/2019).(Foto/Muji Burrahman)

    Nagan Raya (Waspada Aceh) – Warga di Nagan Raya kembali dihebohkan temuan bayi jenis kelamin perempuan dalam kardus di depan rumah warga Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Aceh,  Senin dinihari (11/3/2019).

    Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kapol Subsektor Kuala Pesisir, Aiptu Amrizal, kepada Waspadaaceh.com, Senin menjelaskan, bayi itu ditemukan warga pukul 00.58 WIB.

    Usia bayi perempuan itu diperkirakan baru berumur 3 hari. Saat ditemukan, bayi terbungkus kain bedung dan dimasukkan ke dalam kardus bekas air mineral dan diletakkan di atas tong penjualan minyak enceran, kata Amrizal.

    “Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat Desa Suak Puntong oleh Tarmizi. Saat itu dia belum tidur dan mendengar suara bayi menangis. Ketika membuka pintu, dia melihat sumber suara itu dalam kardus di atas tong. Tarmizi melihat ada seorang bayi, kemudian pemilik rumah menghubungi Kades dan petugas,” kata Amrizal.

    “Anggota Polisi Subsektor Kuala Pesisir bersama kepala desa dan masyarakat Suak Puntong, langsung membawa bayi tersebut ke Puskesmas Padang Rubek untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan medis. Alhamdulillah bayi dalam keadaan sehat,” jelas Kapol Subsektor Kuala Pesisir.

    Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas Padang Rubek, bayi tersebut dalam keadaan sehat dan sudah dibawa pulang ke rumah Kepala Desa Suak Puntong untuk diasuh.

    Informasi yang diperoleh dari bidan Puskesmas setempat, bayi malang itu diperkirakan lahir di fasilitas kesehatan (rumah sakit). Diduga bayi tersebut sempat dirawat di ruang NICU, mengingat dari tangan kanan bayi terdapat bekas suntikan tali infus serta alat khusus penjepit tali pusat bayi.

    Sementara itu anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man, meminta pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Pihak kepolisian Nagan Raya diharapkan dapat mengungkap pelakunya yang telah tega menelantarkan bayi tersebut.

    “Di Nagan sudah dua tempat ada kejadian serupa. Pertama di Beutong dan kedua di Kuala Pesisir. Kita desak kepada bapak Kapolres dan jajarannya untuk dapat mengungkap siapa pelakunya,” ungkap Cut Man.

    Sedangkan Kades Desa Suak Puntong, Samsul Bahri, mengatakan, sejak bayi itu ditemukan, pihaknya telah membantu pertolongan pertama kepada bayi perempuan yang berbobot 3 kilogram tersebut.

    “Saya dan istri sedih dan menangis melihat anak bayi yang diterlantarkan dalam gelap itu. Usai digendong istri, bayi diam dan saya larikan ke Puskesmas bersama polisi,” terang Samsul Bahri.

    “Sampai kapanpun saya siap bertanggung jawab memelihara anak bayi itu. Saya siap mengasuh layaknya anak kandung sendiri,” terang keuchik yang belum dikaruniai anak setelah 30 tahun usia pernikahannya.(Cb07)

    BERBAGI