Beranda Entertainment The Tielman Brothers, Pelopor Genre Indo-Rock di Eropa

The Tielman Brothers, Pelopor Genre Indo-Rock di Eropa

BERBAGI
Albert Cassuto di tengah penonton Band Indo-Rock di Pasar Malam Indonesia di Den Haag. (Foto/Teuku Cut Mahmud Aziz)

“Orang Indonesia harus tahu sejarah Grup Band Indo-Rock. Karena orang Indonesialah yang memperkenalkan dan mempengaruhi perkembangan musik rock di Eropa, khususnya di Belanda dan Jerman”

Penulis: Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil.,M.A

SIAPA yang tidak mengenal The Beatles? Grup Band asal Liverpool, Inggris, bergenre rock yang dibentuk tahun 1960, sering disebut sebagai band terbaik dan berpengaruh sepanjang masa.

Album mereka terjual di seluruh dunia mencapat lebih 1 milliar kopi. Album-album seperti Rubber Soul, Revolver, Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band, The White Album, dan Abbey Road begitu menginspirasi dan memengaruhi dunia (Musikpopuler.com, 2014). Keberhasilan mereka sangat fantastis!

Tapi apakah kita tahu, bahwa sebelum The Beatles terbentuk dan terkenal, ada satu grup band anak muda asal Indonesia yang lebih awal terkenal dan memengaruhi jalannya sejarah musik di Belanda, di Eropa bahkan dunia? Bahkan menginspirasi The Beatles?

Walaupun tulisan ini merupakan cerita lama penulis di Negeri Kincir Angin, Belanda di tahun 2010, namun menurut penulis, penting untuk diceritakan kembali terutama kepada generasi millenial. Karena cerita ini mengangkat kembali memori yang nyaris terlupakan.

Artikel Terkait: The Tielman Brothers, Pelopor (Bagian Kedua)

Pada 2010 penulis – waktu itu menjadi visiting researcher di Leiden Universiteiet, bersama sahabat yang bernama Albert Cassuto mengunjungi Kota Den Haag (The Hague), untuk menyaksikan perayaan budaya tahunan yang sangat terkenal di Belanda, yaitu Pasar Malam Indonesia. Di awal kedatangan di negeri kincir angin, penulis untuk sementara tinggal di rumah Albert di Kota Zoetermeer, sekitar 30 menit dari Kota Leiden.

Sebelum mampir ke arena pasar malam, kami meluangkan waktu sejenak ke sebuah café yang berada di tengah Kota Den Haag untuk menikmati secangkir kopi. Sambil menikmati kopi, Albert mengenang masa kecilnya di Kota Den Haag. Katanya, mereka sekeluarga lahir dan besar di kota ini. Kedatangan ke kota itu mengingatkan kembali masa lalu dirinya bersama keluarga.

Albert lalu bertanya ke penulis, “Apakah Pon Cut (panggilan penulis) pernah mendengar grup band Indo-Rock?” Penulis menjawab,”Tidak pernah mendengar!” Dia mengatakan, “Orang Indonesia harus tahu sejarah Grup Band Indo-Rock. Karena orang Indonesialah yang memperkenalkan dan mempengaruhi perkembangan musik rock di Eropa, khususnya di Belanda dan Jerman.”

Diceritakan, sejarah awalnya dimulai dari banyaknya orang Indo, sebutan bagi orang yang lahir dari blasteran Indonesia-Belanda atau Indonesia-Eropa yang pindah ke Belanda setelah Kemerdekaan Indonesia, sekitar tahun 50-an. Di waktu itu Presiden Soekarno mengusir orang-orang Belanda untuk kembali ke negaranya. Banyak orang Indo yang ikut serta dan jumlah mereka sangat besar.

Setiba di Belanda, Pemerintah Kerajaan Belanda menawarkan dua opsi kepada mereka. Opsi pertama, mereka dapat tetap tinggal di Belanda dan menjadi warga negara Belanda dengan kewarganegaraan penuh. Dan opsi kedua, mereka dapat memilih untuk kembali ke Indonesia. Banyak dari mereka yang memilih opsi pertama.

Para personel Indo-Rock, The Tielman Brothers merupakan bagian dari komunitas yang memilih untuk menjadi warga negara Belanda. Di Belanda mereka melanjutkan bermain musik dan berkembang. Lalu penulis bertanya apakah nama “Indo-Rock” ada kaitan karena mereka orang-orang Indo?” “Ya tentu, ada kaitan,” ungkapnya. Musik yang mereka mainkan didominasi permainan gitar dengan kombinasi keroncong, rock n roll, dan musik country sehingga menjadi “genre” baru di Eropa.

Di tengah pembicaraan, seorang wanita menghampiri kami. Usianya diperkirakan sekitar 60-an tahun. Ternyata dia sahabat lamanya Albert, sahabat di waktu kecil di Den Haag.

Mengetahui penulis dari Indonesia, dengan senang dan percaya diri memperkenalkan diri sekaligus mengatakan bahwa dia temannya Andy Tielman, sambil memperlihatkan foto seorang pemuda berwajah Indo kepada penulis.

Albert memberitahu bahwa foto yang diperlihatkan itu adalah foto Andy Tielman di waktu muda, pimpinan dan vokalis The Tielman Brothers, Band Indo-Rock yang sangat terkenal di Belanda dan Eropa di era 50-an hingga 70-an.

Albert mengaku banyak tahu tentang Indo-Rock karena di waktu kecil dia dan saudaranya sering diajak orang tuanya menonton pertunjukkan Indo-Rock di Den Haag. (Bagian Pertama)

  • Dosen Prodi HI FISIP Universitas Almuslim
  • E-Mail: ponubitt@gmail.com
BERBAGI