Beranda Aceh Dyah Erti Idawati: Aceh Urutan ke-12 Terbanyak Penderita TBC

Dyah Erti Idawati: Aceh Urutan ke-12 Terbanyak Penderita TBC

BERBAGI
Ketua Umum PPTI Pusat, Raisis Arifin Panigoro, menyerahkan bendera kepada Dyah Erti Idawati, yang  dilantik sebagai Ketua PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia) wilayah Aceh, Rabu (6/3/2019). (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dr. Dyah Erti Idawati, istri Plt Gubernur Aceh, mengatakan, Aceh berada diurutan ke 12 terbanyak penderita penyakit tuberculosis (TBC) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB), dengan jumlah kasus 7.000 ribu orang.

“Jumlah ini tentunya akan terus bertambah jika kita lalai dalam menangani masalah TBC di Aceh,” kata Dyah Erti Idwati, usai dilantik menjadi ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Wilayah Aceh, dalam acara pelantikan pengurus PPTI Wilayah Aceh periode 2018-2023, di Banda Aceh, Rabu (6/3/2019).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, penyakit TBC masih menjadi masalah di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh. Kabupaten Aceh Utara, kata Dyah, menduduki peringkat pertama di Aceh, dengan lebih dari 1000 orang penderita TBC.

TBC, kata Dyah, adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman Mycrobacterium Tubercolosis(MTB). Penyakit ini ditularkan oleh pasien melalui udara yang terhirup lain orang lain saat bernafas. TB lebih banyak menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang kelenjar di leher, kulit, tulang, selaput otak, dan lainnya, lanjut Dyah.

Menurut Dyah, semua kondisi tersebut erat kaitannya dengan kehidupan keluarga. Oleh karena itu peran keluarga dalam menanggulangi penyakit TBC sangatlah penting, kata Dyah, usai dilantik Ketua Umum PPTI, Raisis Arifin Panigoro.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Aceh, Teuku Zulfikar menjelaskan, TBC bukanlah virus tetapi kuman. TBC terbagi menjadi dua bagian, yaitu TBC paru dan TBC luar paru.

TBC Paru ditandai dengan batuk berdahak selama dua minggu dan seterusnya. Kemudian TBC luar paru yaitu TBC otak ditandai dengan sakit kepala dan gangguan penglihatan, TBC usus ditandai dengan diare, muntah, mual, dan lainnya. Juga terdapat TBC jantung, mata, dan TBC kulit.

Mengapa Aceh Utara menduduki peringkat pertama penyakit TBC di Aceh? menurut Zulfikar, karena tim kesehatan di Aceh Utara mencari atau pro aktif dalam mencari pasien yang menderita TBC untuk mendapat pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif menyebutkan, mengenai penyakit TBC, Indonesia berada pada peringkat ketiga di dunia. Sedangkan pada tahun 2013, Aceh peringkat ke 12 penyakit TBC. Kemudian di Indonesia terdapat sekitar 842 ribu penderita TBC dan yang terdeteksi hanya sekitar 514 ribu orang.

“Yang terkena TBC belum semua dapat ditemukan. Di Aceh penderita yang ditemukan masih 35%, kemungkinan 65% yang belum terdeteksi,” kata Hanif.

Dia menambahkan, penderita TBC di Aceh banyak yang meminum obat, tetapi sayangnya tidak tuntas. “Satu dua tiga bulan merasa sembuh tidak lagi diminum obatnya,” lanjut Hanif. (adv)

BERBAGI