Nasib Keluarga Miskin di Bekas Gudang Semen

    BERBAGI
    Sri Susianto bersama istri Novita Wulandari dan anaknya M.Hendra Saputra (1 tahun), kini tinggal di bekas gedung semen yang kini menjadi kediamannya. (Foto/Zammil)

    Calang (Waspada Aceh) – Satu keluarga miskin yang berada di Desa Bahagia Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, terpaksa menempati bekas gudang semen karena tidak mampu membayar sewa rumah.

    Sri Susianto yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan, sudah beberapa bulan lalu tinggal di bangunan bekas gudang semen tersebut bersama istri Novita Wulandari dan anaknya M.Hendra Saputra, balita berusia1 tahun.

    “Saya tidak tau mau berbuat apa lagi. Segala upaya sudah saya coba namun untuk sementara, ini lah yang sanggup saya berikan kepada keluarga,” tutur Sri Susianto kepada waspadaaceh.com, Jumat (8/3/2019).

    Saat ini, lanjutnya, bantuan asupan gizi untuk anak seperti susu diberikan oleh petugas medis.

    Bekas gudang semen yang ditempati Sri Susianto bersama istrinya, Novita Wulandari dan anaknya M.Hendra Saputra (1 tahun). (Foto/Zammil)

    “Untuk menafkahi keluarga sehari-hari saya bekerja sebagai buruh bangunan tidak tetap. Penghasilan saya tidak mencukupi namun harus saya kerjakan demi tanggungjawab keluarga,” ujarnya

    “Jangankan untuk beli susu anak, bisa membeli beras saja sudah syukur,” pungkasnya.

    Laki-laki ini berharap bisa tinggal di sebuah rumah, bukan gudang,  tapi rezeki belum berkecukupan untuk menyewa rumah untuk keluarga dapat berteduh.

    “Kami sangat berharap punya rumah. Walau pun rumah dari papan sempengan tidak apa-apa, yang penting keluarga saya dapat berteduh,” harap Anto.

    Erwin, Kepala Desa Bahagia Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, kepada waspadaaceh.com membenarkan adanya warga yang kurang mampu menempati gudang tersebut.

    “Ya, pak Anto termasuk keluarga kurang mampu yang harus benar-bernar kita perhatikan bersama. Untuk beras dan susu anaknya terkadang tidak ada,” katanya.

    Pihak desa, lanjutnya, telah berupaya semaksimal mungkin agar keluarganya tidak terlantar di gudang tersebut. “Kami berharap agar adanya perhatian dari pemerintah,” kata Erwin.

    Sementara Kepala Baitulmal Aceh Jaya, Kamarudin mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya warga yang menempati gudang semen.

    “Untuk mendapatkan rumah bantuan layak huni harus ada usulan dari yang bersangkutan, nantinya akan dibangun secara bertahap,” katanya. (zammil).

    BERBAGI