Beranda Tulisan Feature Almh Bidan Maya, Enggan Nikah Sebelum Adiknya Lulus Sarjana

Almh Bidan Maya, Enggan Nikah Sebelum Adiknya Lulus Sarjana

BERBAGI
Bidan Rahmalia alias Maya yang menghebuskan nafas terakhirnya dalam kecelakaan di jalan Medan-Banda Aceh, Padang Tiji, Pidie, Selasa (5/3/2019). (Foto/Dok Keluarga)

Kepergian bidan cantik Rahmalia, akrab disapa Maya, 23, meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga. Selain masih muda, putri pertama dari pasangan Faridah,52 dan Syamaun, 56, ini dikenal mandiri dan menjadi tulang punggung keluarga.

Bidan Maya, merupakan tenaga bakti di Puskesmas Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Almarhumah menghebuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli, Pidie.

Almarhumah mengalami kecelakaan tertubruk truk pengangkut CPO di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Tuha Gogo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Selasa (5/3/2019).

Wartawan Waspadaaceh.com, Rabu (6/3/2019), menyambangi kediamannya di Gampong Masjid Gogo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Ibunya, Faridah dan ayahnya, Syamaun, serta adik-adik almarhumah Maya menerima wartawan Waspada dengan ramah.

Kepada Waspada, Faridah, bertutur bahwa putri sulungnya itu telah menerima lamaran dari seorang pemuda. Namun Maya belum bersedia menikah sebelum adiknya lulus kuliah sarjana. “Bulan dua tahun depan, dia rencana mau menikah. Dia menunggu adiknya lulus kuliah” cerita Faridah, ibu kandung bidan Maya.

Dia mengungkapkan, sejak lulus Akademi Kebidanan (AKBID), Almarhumah sudah dua tahun menjadi tenaga bakti di Puskesmas Kecamatan Padang Tiji. Sore hari, sepulang dari Puskesmas, dia bekerja di salah satu klinik praktek bidan bersalin di Padang Tiji.

Pendapatan dari hasil perkerjaanya itu, digunakan untuk membantu orang tuanya dalam membiayai tiga adiknya yang masih sekolah, yakni Maulidar di UIN Ar Raniri, Tarmizi (selesai SMA-red) dan Muhammad Irfanda kelas 1 MTs.

Maklum, ujar Faridah, ayah bidan Maya sehari hari berprofesi sebagai buruh di salah satu kilang kayu di Padang Tiji. “Pagi putri saya ini pergi bekerja di Puskesmas Padang Tiji, dan pada sore hari dia bekerja di klinik bersalin di daerah ini. Dia sangat bertanggung jawab terhadap tugas dan keluarga,” kata Faridah.

Bahkan, menurut Faridah, Maya semasa hidupnya tidak malu-malu membantu ayahnya memperbaiki rumah yang mereka tempati. Rumah papan beratap seng, mungil, berkontruksi kayu, berwarna hijau dan berlantaikan semen kasar.

“Saya tidak ada firasat apapun, saat Maya pamit pagi itu untuk pergi ke Puskesmas. Tapi dia sempat melambaikan tangan saat duduk di belakan motor yang dibonceng adiknya” kata Faridah ibu kandung Maya.

Disebutka Faridah, putri sulung nya itu tidak memiliki sepeda motor. Maya selalu menumpang untuk dibonceng sepeda motor milik kawan-kawanya. Saat peristiwa kecelaan yang merenggut nyawanya itu, dia berboncengan dengan Nurfitriana, 26, temannya, salah satu korban selamat.

Mereka dalam perjalan menuju ke Ke Rumah Sakit Citra Husada, untuk menjenguk rekan satu puskesmas tempatnya bekerja yang sedang dirawat setelah melahirkan. Namun setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mereka mengalami kecelakaan. Bidan Maya yang duduk di belakang motor terpental jatuh kemudian tergilas truk.

Kasat Lantas Polres Pidie AKP Hendra Marlan mengatakan, sebelum kejadian, sepeda motor yang ditumpangi Rahmalia, warga Gampong Mesjid Gogo bersama Nur Fitriana, 30, warga Mee Beulangong, melaju dari arah Banda Aceh menuju Sigli.

“Sepeda motor itu dikendarai Nurfitriana dengan membonceng Rahmalia. Nur Fitriana berusaha melewati iring-iringan truk tangki berisi CPO. Saat bersamaan sebuah mobil pick up dikemudikan RR, 22, warga Gajah Ayee, Kecamatan Pidie, bergerak dari arah Medan menuju Banda Aceh.

Pengendara pick up sempat berusaha menghindari sepeda motor tersebut. Tapi sepeda motor yang ditumpangi korban berbenturan bagian belakangnya dengan mobil pick up tersebut. Korban Rahmalia terpental dan terjatuh ke aspal.

Kedua korban pengendara sepeda motor itu sempat dilarikan ke RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli. Namun nyawa Rahmalia tidak dapat tertolong. Sedangkan Nurfitriana masih dalam perawatan serius tim medis.(muhammad riza)

BERBAGI