AHY: PD Tetap Dukung Prabowo-Sandi

    BERBAGI
    Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, berfoto bersama pendukung dan simpatisan Partai Demokrat saat menggelar silaturahmi di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh, Aceg Barat, Selasa siang (5/3/2019). (Foto/Dedi Iskandar)

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Komandan Komando Satuan Tugas Pemenangan (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019.

    “Partai Demokrat tidak berubah pada sikap dan pilihan politik, sejak 10 Agustus 2018 yang lalu. Bahwa Partai Demokrat mengusung dan telah memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi sebagai Capres/Cawapres tahun 2019-2024,” kata Agus Harimurti Yudhoyono.

    AHY menyampaikan hal itu pada konferensi pers di hadapan sejumlah wartawan di sebuah rumah makan kawasan Seuneubok, Meulaboh, Aceh Barat, Selasa siang (5/3/2019).

    Putra sulung Presiden RI ke enam itu mengatakan, Partai Demokrat juga memiliki kebersamaan untuk menyukseskan Pilpres dan Pileg dalam pemilu tahun ini.

    Namun tidak setiap forum, seperti pada pidato politik yang dia sampaikan beberapa hari lalu, berisi dukungan kepada paslon yang sudah mereka usung di Pilpres.

    Tetapi, dalam pidato politik yang dia sampaikan tersebut berisi rekomendasi kepada presiden selanjutnya. Mereka juga fokus menjelaskan visi misi partai dan 14 program prioritas Partai Demokrat kepada rakyat.

    “Harus dapat dimaklumi bahwa Pemilu kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, karena tantangannya jauh lebih berat,” tambahnya.

    Berdasarkan hasil survei yang sudah beredar luas di masyarakat, dalam pemilu kali ini yang diuntungkan secara elektoral adalah dua partai saja, yakni yang PDI Perjuangan karena mengusung Joko Widodo dan Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

    Lalu bagaimana dengan nasib partai politik lainnya sebagai pendukung kedua pasangan calon tersebut? Tentu tidak mudah bagi partai pengusung dua pasangan tersebut termasuk Partai Demokrat, kata AHY.

    “Paling tidak kami bisa mempertahankan kursi parlemen 2014 lalu seperti sebelumnya yang kami raih di legislatif,” tuturnya.

    Dalam pesta demokrasi kali ini, Partai Demokrat menerapkan sisten strategi politik ganda (double track strategy), yakni di ranah pertama untuk Pileg dan ranah kedua di Pilpres.

    “Strategi ganda ini kami jalankan karena kami ingin punya kekuatan solid di parlemen sehingga jika Demokrat kuat maka bisa berkontribusi secara baik. Mendukung pemerintahan baru apabila nantinya Pak Prabowo terpilih sebagai presiden yang baru,” kata AHY.

    Meski tidak harus setiap saat terlihat secara bersama-sama di lapangan bersama tim Prabowo-Sandi, dia menegaskan pihaknya juga melakukan strategi berbagai arah guna mendapatkan dukungan penuh dari rakyat.

    “Seperti halnya saya datang ke Aceh, tujuannya agar mampu meraih suara terbanyak di Pemilu,” tegasnya.

    Meski demikian, AHY menegaskan pihaknya selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Prabowo-Sandi.

    “Tentu kami masih satu tujuan dan perjuangan di Pilpres kali ini,” tegasnya. (Dedi)

    BERBAGI