Beranda Life Style Terkait Ide Mall Parfum di Sabang, BPKS Siap Sediakan Gedung

Terkait Ide Mall Parfum di Sabang, BPKS Siap Sediakan Gedung

BERBAGI
Plt. Kepala BPKS Sabang, Razuardi Ibrahim. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Terkait dengan adanya ide dari salah seorang pengusaha Aceh, Makmur Budiman, tentang pendirian mall parfum impor di Sabang, Plt. Kepala BPKS, Razuardi Ibrahim, menyatakan siap menyediakan bangunan (gedung) untuk mendukung gagasan tersebut.

Plt. Kepala BPKS Sabang, Razuardi Ibrahim, menyebutkan itu dalam diskusi dengan wartawan pada Jumat malam (1/3/2019) di Banda Aceh. Razuardi mengutarakan dukungannya atas ide Makmur Budiman, untuk membangun mall parfum sebagai bagian untuk menciptakan produk ikon di Sabang.

“Sebagai produk ikon Sabang menurut saya ide itu cukup cemerlang. Parfum bisa menjadi produk ikon untuk oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Sabang. Tujuannya agar ada kebanggaan bagi wisatawan yang datang ke Sabang,” kata Razuardi.

Plt. Kepala BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang) ini bahkan menantang pengusaha yang ingin berinvestasi membuka mall parfum impor di Sabang, untuk segera merealisasikan ide tersebut. Kata Razuardi, akan lebih bagus bila ide itu bisa direalisasikan secepatnya.

Razuardi menyebutkan, BPKS memiliki bangunan (gedung) yang cukup luas, dan sekarang masih kosong atau belum difungisikan. Gedung itu katanya bisa digunakan sebagai pusat penjualan parfum atau mall parfum eks luar negeri.

“BPKS punya gedung yang bisa dipakai. Silahkan datang ke kita, nanti kita fasilitasi, bila benar ada investor yang ingin membuka mall parfum,” lanjut alumni Fakultas Teknik Unsyiah ini.

Menurut mantan Kepala Bappeda Bireuen dan mantan Sekda Aceh Tamiang ini, bila nanti pusat penjualan parfum berdiri, maka sebaiknya pengusaha menggandeng para pengrajin di Sabang atau Aceh daratan.

Kata Razuardi, kemasan atau tas parfum bisa diaplikasikan dari barang kerajinan anyaman yang diproduksi pelaku IKM (industri kecil dan menengah).”Ada banyak produk-produk IKM nantinya yang bisa dipajang di situ, atau menjadi bagian dari kemasan (tas) parfum.”

Selain itu, barang kerajinan seperti tas tangan, dompet, pakaian bermotip etnik dan beragam jenis produk kerajinan lainnya juga bisa dititip jual di pusat penjualan parfum tersebut.

Hal itu, kata Razuardi, sesuai dengan semangat Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang ingin mendorong pertumbuhan sektor IKM dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di Aceh, dengan membantu menyediakan akses pasar.

“Maka nanti dengan sendirinya akan terjadi perputaran ekonomi yang sangat menguntungkan Aceh, khususnya di Sabang,” kata Razuardi mengakhiri obrolannya. (al-farizi)

BERBAGI