Direktur PDAM Tirta Naga: Bupati Hendaknya Tak Dengar Laporan Sepihak

    BERBAGI
    Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Cut Maisarah. (Foto/Ist)

    Tapaktuan (Waspada Aceh) – Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Cut Maisarah, mangatakan, Bupati Azwir hendaknya tidak hanya mendengar laporan sebelah pihak terkait dengan laporan tentang kinerjanya sebagai direktur di perusahaan air minum milik daerah tersebut.

    “Pak Bupati seharusnya memanggil kami dan karyawan. Jangan hanya mendengarkan penyataan sebelah pihak,” kata Cut Maisarah, saat dikonfirmasi waspadaaceh.com, Jumat malam (1/3/2019).

    Dia mengatakan, pihaknya tidak melakukan pemecatan dengan semena-mena. Pemecatan yang dilakukan sesuai dengan aturan dan mekanisme. Bahkan dia sebagai pimpinan di PDAM Tirta Naga, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan karyawan dan pengawas PDAM.

    “Pemecatan itu kami lakukan karena karyawan bersangkutan tidak masuk kantor dan tak bekerja. Selama ini hanya menerima gaji. Kami sudah beberapa kali menegur karena hal itu akan membebani perusahaan,” jelasnya.

    Selain itu, kata Cut Maisarah, pegawai di PDAM Tirta Naga juga kelebihan SDM dibanding kebutuhan dan kemampuan perusahaan untuk membiayainya. Selama dia menjabat, ujarnya, sedikitnya ada enam pegawai yang mengundurkan diri dan lima yang diberhentikan.

    Menurut Cut Maisarah, selama ini dia bekerja keras secara maksimal untuk membenahi perusahaan PDAM Tirta Naga, yang sekarang kondisinya jauh lebih membaik dari sebelumnya.

    “Saya sudah kerja secara maksimal dan kita dapat beberapa penghargaan tahun 2018, walaupun kita mengambilnya kemarin dalam keadaan sakit,” tutur wanita yang terlihat tegas ini.

    Ditambahkanya, tahun 2018, PDAM Tirta Naga berhasil mendapatkan dua unit mobil untuk pendistribusian air bantuan pusat, dan 2019 ini akan mendapatkan anggaran perbaikan jaringan PDAM senilai Rp5 miliar dari APBA.

    “Ada beberapa prestasi telah kami dapatkan untuk perusahaan itu. Mulai melunasi hutang yang mencapai ratusan juta hingga membawa bantuan masuk ke perusahaan ini,” tegasnya.

    Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan H.Azwir, dalam acara coffee morning dengan wartawan di Tapaktuan, Jumat pagi (1/3/2019), mengatakan akan mencopot Cut Maisarah dari jabatan Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, karena dinilai tak maksimal bekerja di perusahaan milik daerah tersebut.

    Azwir menjelaskan, alasan pencopotan itu, karena kinerja di manajemen PDAM Tirta Naga Tapaktuan, sejauh ini belum menggembirakan. Sebab belum terpenuhinya ketersediaan air bersih, mulai dari Trumon Timur hingga Mekek.

    “Yang bersangkutan telah saya panggil. Saya menyatakan kepada dia, kamu akan saya berhentikan,” ungkap Azwir, seraya menambahkan, akan mencari penggantinya.

    Selain itu, bupati beralasan, pergantian itu berdasalkan adanya laporan yang menyebutkan bahwa Direktur PDAM Tirta Naga telah sewenang-wenang terhadap bawahan, yang tidak segan-segan memecat bawahannya. (Faisal)

    BERBAGI