Beranda Aceh Kembalinya Kopi Robusta di Aceh Jaya

Kembalinya Kopi Robusta di Aceh Jaya

BERBAGI
Tanaman kopi robusta mulai dikembangkan kembali di Kabupaten Aceh Jaya. (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Tanaman kopi robusta di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, mulai kembangkan kembali oleh para petani setelah sekian lama redup akibat konflik bersenjata antara GAM dan RI beberapa tahun yang lalu.

Berada di desa terakhir di ujung Kecamatan Jaya yang  dihuni 160 kepala keluarga, Desa Sabet menjadi penghasil kopi robusta terbanyak di Kabupaten Aceh Jaya.

“Untuk saat ini desa kami menjadi penghasil kopi terbanyak di Aceh Jaya dan kopi tersebut sudah ditanam warga jauh sebelum konflik antara GAM dan RI,” tutur Muhammad Yanis, Kepala Desa Sabet Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, kepada Waspadaaceh.com, Minggu (24/2/2019).

Petugas lapangan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Jaya, Fery, melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan tanaman kopi robusta milik petani di Desa Sabet Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Senin (25/2/2019).

Masyarakat di sini, lanjut Yanis, mayoritasnya petani. Letak desanya berada di pinggiran hutan dan setiap kepala keluarga memiliki kebun kopi. Jenis kopi yang bisa dikembangkan di desa itu hanya jenis kopi robusta.

“Rata-rata produksi kopi dalam pertahun mencapai 10 – 15 ton. Dan penduduk setempat keseringan menjualnya di pasar Lamno dengan harga Rp38.000 sampai Rp39.000/Kilogram,” tutur Yanis.

Dalam beberapa tahun terakhir, terangnya, hasil produksi menurun dibandingkan sebelum terjadinya konflik antara GAM dan RI.

Yasih menerangkan, pada saat konflik terjadi, warga takut mengurus kebun kopinya hingga terbengkalai begitu saja. Lama kelamaan kopi tersebut mati dengan sendirinya.

“Baru beberapa tahun ini, warga mulai mengembakan kembali kopi dan kini sudah menjadi komoditi unggulan masyarakat,” tuturnya.

T. Mufizal, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Jaya kepada wasapadaaceh.com menerangkan, Aceh Jaya sejak beberapa tahun yang lalu sudah menggalakan kembali tanaman kopi robusta. Pada tahun ini diupayakan untuk terus ditingkatkan luas lahan tanaman kopi robusta, ujarnya.

“Tahun 2018, jumlah petani kopi di Aceh Jaya mecapai 2.285 orang dengan luas kebun 1.803 hektare. Sedangkan produksinya sebanyak 445 ton/tahun,” tuturnya. (Zammil)

BERBAGI