Beranda Profil Ketika Irwan Harus Berbagi antara Kuliah dan Bisnis Tempe

Ketika Irwan Harus Berbagi antara Kuliah dan Bisnis Tempe

BERBAGI
Irwan Sahputra bersama ibundanya di Rumah Produksi Wan Tempeh di Mariendal. (Foto/Ist)

IRWAN SAHPUTRA masih bisa meluangkan waktunya ngumpul bareng teman-temannya di kafe, meski remaja ini tergolong orang yang super sibuk. Maklum saja, sejak awal tahun 2017 lalu, putra kedua dari Ernita dan Sukardi ini, terjun ke dunia bisnis tempe.

Mewarisi darah bisnis dari ibunya, Ernita yang membuka usaha rumah mode, ITA MODE, begitu tamat SMA, Irwan menjajal usahanya dengan menjual produk tempe milik orang lain. Setidaknya 6 bulan Irwan berkeliling kota Medan dan sekitarnya, untuk menjajakan tempe.

Melakoni bisnisnya itu, semakin hari omsetnya semakin meningkat. Hingga akhirnya mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas  Dharmawangsa Medan ini, memutuskan untuk memproduksi tempe sendiri. Dukungan dari kedua orang tua, terutama dari ibundanya, membulatkan tekad Irwan untuk memulai mengolah sendiri produk tempenya.

Menggunakan merek dagang, Wan Tempeh, yang diambil dari nama panggilan Irwan, mahasiswa ini pun mulai “berjibaku” menguji peruntungan dengan membangun Rumah Tempe (Rutem).

Irwan Sahputra tetap tersenyum meski harus bangun dinihari untuk mendistribusikan produk tempenya ke pasar-pasar tradisional. (Foto/Ist)

Memanfaatkan rumah warisan milik ayahnya, berlokasi di Mariendal, Kabupaten Deliserdang, Irwan menyulap rumah kosong itu menjadi rumah produksinya (pabrik). Kemudian dikenal dengan sebutan Rumah Tempe (Rutem).

Walau agak jauh jaraknya dari rumah tempat tinggal orang tuanya di kawasan Jalan Masjid Taufik Medan, tapi Irwan tetap gigih bolak-balik Medan – Mariendal, untuk mengurus usahanya. Remaja kelahiran 5 Januari 1999 ini, bahkan rela memilih kuliah sore sampai malam, agar dia tetap bisa tekun mengelola bisnis tempe nya.

Kini Irwan memutuskan untuk tinggal di rumah produksi Wan Tempeh dibantu ayahnya agar bisa setiap saat mengawasi proses produksinya. Pukul 03.00 dinihari, Irwan sudah harus bangun, dan mengepak tempe dagangannya, dan dinihari itu juga mendistribusikannya ke pedagang di pasar-pasar tradisional.

Pendistribusian tempe ke pasar tradisional dia lakukan hingga waktu subuh. Bahkan Irwan biasanya menunaikan sholat subuh di masjid yang ditemuinya dalam perjalanan atau di pasar. Pada sore dan malam, dia ke Medan, untuk mengikuti kuliah. Begitu lah Irwan melalui kehidupannya sehari-hari, tanpa merasa lelah, dan tanpa pernah mengeluh.

Melalui Tantangan demi Tantangan

Motivasi dari kedua orang tuanya, menempa Irwan mampu menghadapi tantangan demi tantangan, dalam menjalankan usahanya itu. Sejak muda, Irwan memang sangat ingin menjadi seorang pemuda yang mandiri.

Rumah Produksi Wan Tempeh yang dikenal dengan sebutan Rutem (Rumah Tempe), telah berkontribusi menyediakan lapangan kerja paruh waktu bagi warga sekitar. (Foto/Ist)

Tantangan pertama yang dihadapi ketika terjun di bisnis, tidak hanya persoalan modal, tapi juga ke persoalan produksi, penjualan hingga ke masalah bahan baku yang harganya naik-turun. Sebagai seorang pebisnis pada umumnya, Irwan harus pandai-pandai mengatur ‘ritme’ lika-liku usahanya, hingga dia tetap mampu menggenjot penjualan.

“Satu hal yang menggembirakan buat saya, usaha ini bisa menyediakan lapangan kerja bagi warga di sekitar, terutama untuk ibu-ibu di sini. Lebih dari itu saya bisa membantu ekonomi keluarga,” kata Irwan yang masih hobi main game online ini.

Usaha Wan Tempeh yang dimulainya sejak 26 Februari 2017, kini sudah mendapat tempat di hati para konsumennya. Di usia usahanya yang telah mencapai 2 tahun, Irwan selalu disiplin menjaga kualitas dan higienis produksnya.

Irwan yang kini sudah duduk di semester 6 Jurusan Akutansi ini, memang sudah memiliki naluri bisnis sejak duduk di bangku setingkat SMA.

“Di sekolah dia pernah berjualan kue donat, yang dibelinya dari orang lain. Sampai-sampai dia pernah ditegur gurunya karena sekolah nyambi bisnis,” kata Ernita, ibunda Irwan.

Begitu pun, kata Ernita, meski hampir separuh waktunya terpakai untuk mengurus bisnis, namun putranya tersebut tetap menekuni kuliahnya.

“Sebagai orang tua, kita berharap Irwan bisa sukses di bisnisnya, tapi juga sukses menyelesaikan kuliahnya,” ujar Ernita tersenyum. (Al-Farizi)

BERBAGI