Beranda Tulisan Feature Nurul, Bocah Penderita Leukimia Tulis Surat untuk Ani Yudhoyono

Nurul, Bocah Penderita Leukimia Tulis Surat untuk Ani Yudhoyono

BERBAGI
Nurul, bocah penderita leukimia menulis surat untuk Ani Yudhoyono. (Foto/Fuadi)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dengan suara terbata-bata, Nurul Amalia, membaca beberapa bait surat yang ia tulis tangan sejak beberapa malam yang lalu.

Bocah 10 tahun ini awalnya tampak malu-malu memperlihatkan isi suratnya. Namun tak lama kemudian, ia mengeja satu per satu kalimat di alinea awal surat itu.

Nurul, begitu sapaan gadis cilik penderita kanker darah asal Lhokseumawe itu. Dia menulis beberapa lirik pesan untuk Ani Yudhoyono, istri dari Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono.

Surat yang ditulisnya sejak beberapa malam lalu ini berisi dukungan untuk Ibu Ani. Mantan ibu negara itu, kini tengah dirawat di National University Hospital, Singapura, karena divonis mengidap penyakit yang sama.

Nurul, bocah penderita leukimia yang menulis surat untuk ibu Ani Yudhoyono, bersama teman-temannya. (Foto/Fuadi)

Petikan Surat yang Ditulis Nurul

“Sekarang Nurul sudah 81 kali kemo, Ibu jangan takut juga ya. Nanti kita akan sembuh kembali, rambut Nurul juga sudah tumbuh lagi. Nurul sudah lama tidak sekolah, tapi nurul tetap naik kelas lima SD. Kata dokter, Nurul jangan lupa untuk minum obat, terakhir Nurul minum mix8 setengah setiap minggu.”

Nurul saat ini tinggal di Rumah Kita, Banda Aceh. Rumah nurul di Lhokseumawe. Di Rumah Kita ada dek Dafa, Dek Meila, Bg Amal, Dek Bilal, Dek Naida, semuanya sakit sama.
Cepat sembuh ya Buk Ani, Nurul Sayang Ibu Ani,” begitu petikan surat Nurul.

Tegar Melawan Penyakit

Nurjannah Husien, 48, koordinator Rumah Kita yang kini mendampingi Nurul, mengaku kagum atas ketegaran bocah tersebut. Sejak divonis menderita leukimia limfoblastik akut saat masih duduk di kelas 4 SD, Nurul terus mencari tahu sendiri bagaimana cara untuk sembuh dari penyakit mematikan itu.

“Menarik saat ia memutuskan sendiri untuk melakukan kemoterapi. Awalnya, Nurul belum tahu  apa itu kemo. Apalagi ayahnya tak mengizinkan, karena mengira proses kemoterapi itu mengerikan,” kata Nurjannah.

Namun, belakangan, Nurul jadi tahu soal kemoterapi dari teman sekolahnya. Barangkali bukan kebetulan, saat ibu dari temannya yang menderita kanker payudara, juga tengah menjalani kemoterapi.

“Di situ Nurul tahu bahwa kemoterapi itu caranya dengan memasukkan cairan langsung ke pembuluh darah atau melalui infus,” ujar Nurjannah.

Sejak saat itu, semangat Nurul muncul. Sampai kemudian Nurjannah, pendiri Rumah Kita yang konsen pada pendampingan pasien penyakit kanker dan jantung bawaan di Aceh, mendapat kabar tentang kondisi Nurul.

Lantas, ia pun memutuskan untuk mendampingi proses pengobatannya di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh, pada 2017 silam.

“Proses kemoterapi yang ia jalani termasuk berat sebenarnya, karena berefek mual, muntah, sakit, demam. Tapi Nurul mampu melewatinya tanpa hambatan yang berarti,” ujar Nurjannah.

Sejak berobat rutin, Nurul terhitung telah melalui 81 kali proses kemoterapi. Kini, dokter hanya mengharuskannya berobat ke rumah sakit 5 minggu sekali.

Namun di sela proses penyembuhannya, Nurul tak henti-hentinya berbagi semangat hidup pada penderita leukimia lainnya. Selama menghuni Rumah Kita bersama belasan anak lainnya, kata Nurjannah, Nurul kerap beberapa kali mengirim surat.

“Bagi kami selaku pendamping, apa yang dilakukan Nurul adalah salah satu terapi psikologi baginya, dan kami akan tetap mendukung upaya tersebut,” tandas Nurjannah.

Termasuk ketika menyaksikan kabar mengenai kondisi Ani Yudhoyono di televisi.

Saat ditanya mengapa ia memutuskan untuk menulis surat untuk mantan ibu negara itu, dengan spontan Nurul menjawab, “Supaya Bu Ani tetap semangat, tidak takut kemo.” (Fuadi)

BERBAGI