Beranda Aceh Tarif Penerbangan Domestik Garuda Indonesia Turun 20 Persen

Tarif Penerbangan Domestik Garuda Indonesia Turun 20 Persen

BERBAGI
Manajer Layanan Garuda Indonesia Banda Aceh, Widya Kurniawan Putra. (Foto/Fuadi)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Mulai pekan ini, maskapai penerbangan Garuda Indonesia menurunkan tarif penerbangan domestik dari dan menuju Banda Aceh. Penurunan harga tersebut mencapai 20 persen.

Manajer Layanan Garuda Indonesia di Banda Aceh, Widya Kurniawan Putra, pada Jumat (15/2/2019) memastikan, penurunan tarif penerbangan ini dari yang semula berkisar di Rp2,9 juta menjadi Rp 2,3 juta. Tarif ini bakal berlaku hingga beberapa bulan ke depan.

“Memang ada penurunan 20 persen. Kita sudah cek di sistem dari agen travel maupun website, harga tersebut dibuka mulai hari ini,” ujar Widya.

Sebelumnya, akhir Januari lalu Garuda Indonesia ini sempat memberi tarif promo bertepatan di hari ulang tahun ke-70 maskapai nomor wahid di Indonesia itu. Tarif penerbangan dari Aceh-Jakarta saat itu turun sampai harga Rp900 ribu.

Meski belakangan menerapkan tarif normal dengan harga yang cukup mahal, pihaknya meyakinkan bahwa harga tersebut masih berada dalam batas wajar.

Katanya, harga itu sesuai aturan pemerintah yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2016 tentang tarif batas atas dan batas bawah.

“Kita tidak pernah melanggar aturan tersebut,” tambahnya.

Dari keputusan menurunkan harga penerbangan sebesar 20 persen ini, pihaknya juga ingin mengedukasi calon penumpang, agar pembelian tiket pesawat sebaiknya dilakukan lebih terencana.

“Karena harga yang kami sebutkan itu memang dibuka untuk perjalanan yang bukan dalam waktu mendesak, tapi lima hari atau seminggu ke depan,” ujar Widya.

Menanggapi tingginya minat masyarakat mencari tarif penerbangan murah, seperti memanfaatkan jalur penerbangan Aceh-Malaysia-Jakarta, disebut Widya, tidak terlalu berpengaruh pada angka penumpang Garuda Indonesia.

Sejak awal tahun, sambung dia, untuk pemesanan tiket (okupansi) saja pengisiannya mencapai 70 persen. Meski diakuinya, dua bulan terakhir ini bisa disebut low season bagi kunjungan wisatawan.

Namun, jumlah penumpang, imbuh dia, masih stabil di kisaran jumlah 200-250 orang per hari.

“Jadi tak terlalu drop, karena kita percaya market Garuda Indonesia memang cukup besar di Banda Aceh,” ucapnya.

Bicara harga tiket, menurut Widya, tarif Rp2,3 sudah cukup bersaing. Tarif yang diturunkan itu adalah basic fair (harga maskapai), bukan termasuk airport tax (pajak bandara) dan lainnya.

“Namun harga ini sudah full service, termasuk biaya bagasi dengan batas 20 Kg, konsumsi, dan sebagainya,” ujar Widya.

Dia berharap, penurunan ini bisa mengakomodir kebutuhan seluruh masyarakat yang ingin menggunakan penerbangan Garuda Indonesia. Beberapa bulan usai low season, ia optimis jumlah penumpang akan kembali meningkat lagi.

Untuk saat ini, maskapai Garuda Indonesia menyediakan empat rute penerbangan, yakni Banda Aceh – Jakarta, Banda Aceh – Medan (yang baru saja diresmikan), Banda Aceh – Jeddah, dan Banda Aceh – Madinah. (Fuadi)

BERBAGI