Beranda Aceh Waga Pertanyakan Pembanguan Pabrik Es Gampong Neuheun

Waga Pertanyakan Pembanguan Pabrik Es Gampong Neuheun

BERBAGI
Pabrik Es Mini di Gampong Neuheun, Kec. Bate, Pidie, yang menjadi sorotan warga. (Foto/Muhammad Riza)
Pabrik Es Mini di Gampong Neuheun, Kec. Bate, Pidie, yang menjadi sorotan warga. (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada): Warga Gampong (desa) Neuheun, Kec. Bate, Pidie, Selasa (22/1/2019), mendesak Geuchik (kepala desa) segera menggelar rapat pertanggungjawaban tentang pembangunan pabrik es batangan (balok) mini di gampong tersebut.

Desakan itu disampaikan warga menyusul adanya kecurigaan terkait penggunaan anggaran dalam pembangunan pabrik es bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tersebut,  tahun 2017 senilai Rp 601 juta.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan kepada pak Geuchik dan perangkatnya, supaya segera membuat rapat tentang pertanggungjawaban pembangunan pabrik es gampong kami ini,” ujar salah seorang warga.

Tetapi geuchik sampai sekarang belum juga menggelar rapat seperti yang diminta warganya, kata Apnus, Ketua Masyarakat Peduli Dana Desa (Mapenadesa) Gampong Neuheun, Kec, Bate, Pidie.

Menurut dia, kendati telah mendapat kucuran dana senilai Rp601 juta dari pemerintah pusat, namun pabrik es itu belum selesai sempurna. Akibatnya pada tahun anggaran 2018, Pemerintah Gampong Neuheun harus mengalokasikan dana lagi bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) senilai Rp200 juta.

“Artinya dengan kondisi pabrik es yang sudah berdiri seperti sekarang, itu saja nanti sudah menghabiskan total anggaran sekira Rp800 juta,” ungkap Apnus.

Apnus berharap, geuchik selaku pimpinan gampong perlu segera menggelar rapat pertanggungjawaban agar masyarakat tidak berasumsi buruk.

Geuchik Gampong Neuheun, Lukman, mengatakan, pembangunan pabrik es tersebut sebenarnya menjadi kesepakatan dan keputusan bersama warga.

“Sebelum kita bangun pabrik es tersebut kita sudah gelar rapat dengan warga. Artinya pembangunan pabrik es itu berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat gampong,” kata Lukman.

Terkait desakan warga tentang rapat pertanggungjawaban, Lukman menyebutkan bahwa rapat tersebut akan digelar segera. “ Rapat pertanggungjawaban akan kami gelar bersama warga pada tanggal 30 bulan ini,” tandasnya. (b10)

BERBAGI