Beranda Aceh Pimpinan BI Aceh: Peranan Pers Penting Dukung Ekonomi Daerah

Pimpinan BI Aceh: Peranan Pers Penting Dukung Ekonomi Daerah

BERBAGI
Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, ketika berdiskusi dengan sejumlah pimpinan media, diantaranya tampak Plt Ketua PWI Aceh, Aldin NL yang juga Penanggungjawab Waspadaaceh.com dan CEO KBA.ONE, Ramadansyah. (Foto/Al-Farizi)
Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, ketika berdiskusi dengan sejumlah pimpinan media, diantaranya tampak Plt Ketua PWI Aceh, Aldin NL yang juga Penanggungjawab Waspadaaceh.com dan CEO KBA.ONE, Ramadansyah. (Foto/Al-Farizi)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, menyebutkan, peranan media cukup penting dalam mendukung perekonomian daerah, termasuk untuk memotivasi dunia usaha dan pemerintah.

“Media bisa membantu menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara lebih cepat dan efektif, tapi tentu harus mengedepankan akurasi. Media juga mampu melakukan kritik membangun untuk menuju perbaikan ekonomi,” kata Zainal Arifin Lubis saat berdiskusi dengan sejumlah pimpinan media di kantor Bank Indonesia di Banda Aceh, Senin (21/1/2019).

Menurut Pimpinan BI Aceh itu, BI akan terbuka kepada media untuk memberikan informasi terkait dengan ekonomi dan moneter, khususnya di Aceh. Lubis juga mengajak media untuk bersinergi dalam membantu menyajikan informasi ekonomi kepada masyarakat.

“Informasi tentang potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan di suatu daerah, dan bagaimana prosfeknya ke depan, menjadi sangat penting dan akan membantu mendorong ekonomi di Aceh ini,” lanjut Lubis di hadapan perwakilan media.

Bank Indonesia, kata Lubis, memberi kesempatan kepada organisasi wartawan untuk bekerjasama menyelenggarakan workshop atau pelatihan, dalam upaya meningkatkan kapasitas wartawannya dalam bidang ekonomi dan keuangan.

Aldin NL, Plt.Ketua PWI Aceh yang juga Kepala Perwakilan Harian Waspada, dan Penanggungjawab Waspadaaceh.com, pada kesempatan itu mengatakan, wartawan memang membutuhkan tambahan pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.

“Kita para wartawan, perlu meningkatkan kapasitas, terutama dalam bidang ekonomi dan keuangan. Kita harapkan nantinya para wartawan bisa menulis berita-berita ekonomi secara lebih tepat dan mudah dipahami masyarakat,” kata Aldin NL dalam diskusi kecil yang juga dihadiri Ramadansyah, CEO Kantor Berita Aceh (KBA) ONE yang juga Wakil Ketua PWI Bidang Hubungan antar Lembaga tersebut.

Kembangkan Potensi Daerah

Zainal Arifin Lubis menyebutkan, sebenarnya ada banyak potensi di Aceh, yang dapat dikembangkan sehingga nantinya akan mampu memberi kontribusi ekonomi daerah.

Dia mencontohkan apa yang kini sedang dilaksanakan Bank Indonesia, melakukan pembinaan kepada para petani bawang. Bahkan BI Aceh membangun gudang bawang merah berkapasitas 75 ton untuk Kelompok Tani Makmu Sejahtera dan Setia Bersama di Gampong Pu’uk Kecamatan Pidie, Pidie.

Pimpinan BI Perwakilan Aceh mengatakan, BI telah melakukan pendampingan untuk pemberdayaan dua kelompok tani tersebut sejak tahun 2016, melalui program edukasi, pendampingan hingga membantu akses pasar.

“Bawang dari petani lokal wajib menguasai pasar lokal di Aceh. Bila perlu jangan ada lagi bawang impor dari India atau bawang yang didatangkan dari luar Aceh, misalnya Medan,” kata Zainal Arifin Lubis.

Lubis mengaku prihatin dengan ketergantungan masyarakat Aceh dari daerah lain untuk memenuhi bahan kebutuhan pokoknya. “Telur, ayam, bawang, gula bahkan beras pun masih didatangkan dari Medan. Padahal potensi di Aceh cukup potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.

Untuk itu, kata Lubis, BI membina banyak petani, peternak, nelayan, usaha mikro kecil dan pengrajin, untuk terus mengembangkan usahanya. Mereka dilatih untuk memiliki keahlian, dan difasilitasi untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan dan sektor lain di Aceh.

“Kami membentuk kelompok-kelompok petani, nelayan dan pedagang. Tujuannya sebagai trigger dan kita harapkan setelah berhasil dapat memicu masyarakat lainnya untuk ikut mengembangkan,” kata Lubis.

Bila sektor-sektor yang potensial bisa dikembangkan di Aceh, dan kebutuhan pokok masyarakat bisa dipasok dari daerah sendiri, maka hal itu akan memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Pengangguran bisa dikurangi, karena masyarakat menjadi produktif, dan angka kemiskinan tentu akan bisa ditekan lebih kecil, katanya. (Al-Farizi)

BERBAGI