Korban Banjir di Kutacane Mulai Terserang Penyakit

    BERBAGI
    Terlihat pada Kamis (3/1/2019), anggota Polri membersihkan lokasi terparah yang diterjang banjir, di Kutacane. (Foto/abadi selian)
    Terlihat pada Kamis (3/1/2019), anggota Polri membersihkan lokasi terparah yang diterjang banjir, di Kutacane. (Foto/abadi selian)

    Kutacane (Waspada Aceh) –¬† Empat hari paska bencana alam banjir di Aceh Tenggara, hingga Kamis (3/1/2019), para korban banjir mulai terserang penyakit.

    Menurut pengakuan sejumlah korban banjir, mereka mulai terserang penyakit gatal-gatal karena kurang dan rusaknya sarana air bersih. Sebagian korban banjir yang mengungsi, hingga kini malah belum bisa menempati rumah mereka sendiri akibat masih tertimbun lumpur dan kayu.

    Sementara di Kutarih dan wilayah perkotaan Kutacane, para korban mengaku mulai terserang penyakit batuk-batuk akibat banyaknya debu berterbangan. Bahkan masyarakat yang tidak terkena dampak banjir pun merasakan efeknya saat melintasi wilayah perkotaan.

    Seperti yang diungkapkan Andri , 30, warga Desa Pulonas Baru Kecamatan Lawe Bulan, dia mulai mengalami batuk dan mata perih karena banyaknya debu.

    Hal senada juga dikemukakan Jon,.46, warga Kuta Bantil, yang mengaku paska banjir mengalami batuk serius dan gatal tenggorokan.

    Koordinator  BPBD Aceh Tenggara, Mhd Ridwan, yang juga Sekda, mengaku hingga kini semua komponen telah membantu korban banjir, mulai dari partai, TNI/Polri, Satpol PP, TKSK, Tagana dan masyarakat. Mereka membantu membersihkan lumpur dari rumah warga korban banjir.

    Mhd Ridwan juga menyatakan untuk mengatasi penyakit yang mulai menyerang warga, telah dibuat posko kesehatan di sejumlah titik lokasi banjir sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara gratis.

    Seperti terlihat pada Kamis (3/1/2019), anggota TNI dan Polri membersihkan lokasi terparah yang diterjang banjir, yakni Desa Kutacane Lama dan Kutarih. (cas).

    BERBAGI