Beranda Nasional Bos Alibaba, Jack Ma, Ternyata Anggota Partai Komunis China

Bos Alibaba, Jack Ma, Ternyata Anggota Partai Komunis China

BERBAGI
Bos Alibaba Gorup, Jack Ma. (Foto/GettyImages)
Bos Alibaba Gorup, Jack Ma. (Foto/GettyImages)

Jakarta (Waspada Aceh) – Pengusaha dan pendiri perusahaan berbasis digital Alibaba Group Holding, Jack Ma Yun, dikabarkan sebagai anggota Partai Komunis China (CPC).

CNNIndonesia.com melaporkan, hal itu baru diketahui setelah Jack Ma masuk dalam daftar sosok yang akan diberi penghargaan oleh pemerintah China atas perannya dalam memajukan perekonomian, bersama dengan 99 orang lainnya dari bermacam profesi.

Sebagaimana dilansir People Daily, Selasa (27/11/2018), penghargaan itu akan diberikan oleh Komite Sentral CPC. Mereka yang menyeleksi para pengusaha dan profesional yang dianggap berhasil menggenjot citra China. Sebab tahun ini bertepatan dengan perayaan 40 tahun reformasi China.

Menurut keterangan pers disampaikan Komite Sentral CPC, Jack Ma adalah sosok pengusaha yang berhasil membuat terobosan melalui dunia digital. Idenya yang dianggap menjadi batu loncatan adalah sistem pembayaran daring dan sistem logistik melalui Internet, Alibaba Cloud, dan Basis Perdagangan Dunia Elektronik (eWTP).

“Di bawah kepemimpinannya, Alibaba selalu berada dalam posisi 10 besar perusahaan terkemuka di dunia, dan menjadikan China sebagai pemain utama dalam dunia perdagangan daring, sistem keuangan daring, dan cloud computing yang mendorong tumbuhnya pengusaha lain dan usaha permulaan (start up),” demikian bunyi pernyataan Komite Sentral CPC.

Mengutip Nikkei Asian Review, Jack Ma diperkenalkan sebagai anggota Partai Komunis China, sebelum penghargaan itu diberikan. Namun, selama ini dia tidak pernah menyatakan status itu kepada khalayak.

Sementara dalam laporan Wall Street Journal disebutkan kabar soal terungkapnya latar belakang Jack Ma mengejutkan banyak pihak. Sebab selama ini dia selalu terlihat menjaga jarak dengan pemerintah China. Bahkan dia sempat memberi saran kepada para karyawannya jika harus berhubungan dengan pemerintah China,”cukup mencintai saja, jangan nikahi mereka’.

“Memang ada spekulasi sebelumnya, tetapi tidak pernah ada yang sampai diungkap ke publik. Dia tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya. Sepertinya memang dia memilih menyembunyikan hal itu dari mata dunia,” kata konsultan bisnis sekaligus penulis buku tentang Alibaba dan Jack Ma, Duncan Clark.

Jack Ma melalui perusahaan miliknya, Alibaba, dikenal juga memiliki saham perusahaan e-Commerce di Indonesia, Tokopedia. (***)

BERBAGI