Beranda Aceh Kades di Nagan Raya dan Aceh Utara Dianiaya Warganya

Kades di Nagan Raya dan Aceh Utara Dianiaya Warganya

BERBAGI
Syarifuddin, Kepala Desa (Keuchik) Lhok Bintang Hu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, melaporkan kasus penganiayaan, atas dirinya. (Foto/Zainal Abidin)
Syarifuddin, Kepala Desa (Keuchik) Lhok Bintang Hu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, melaporkan kasus penganiayaan, atas dirinya. (Foto/Zainal Abidin)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Amren Aris,27, seorang Plt Kepala Desa (Keuchik) Bumi Sari, Kecamatan Beuotong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, babak belur menjadi korban pengeroyokan warganya sendiri, Selasa malam (14/8/2018).

Sementara itu, kasus yang sama terjadi pada Syarifuddin, Kepala Desa (Kadaes) Lhok Bintang Hu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Kades ini melaporkan kasus penganiayaan atas dirinya ke polisi, Rabu (15/8/2018). Dia mengaku kepada polisi telah dipukul warganya ZU,63, di kawasan Jalan Perdagangan Kota Panton Labu.

Amren Aris dilaporkan dikeroyok oleh sejumlah warganya saat akan menghadiri rapat pembahasan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun di desanya.

Informasi yang diperoleh Waspadaaceh.com, Rabu (15/8/2018), aksi pengeroyokan diduga dilakukan oleh lima orang warganya tersebut diduga kuat terkait penunjukan Amren Aris oleh Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham sejak tanggal 27 Juli 2018 lalu, menggantikan kepala desa sebelumnya yang sudah diberhentikan.

Akibat kejadian ini, kepala desa mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya sehingga terpaksa dilarikan ke Puskesmas Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto SIK melalui Kapolsek Beutong, Ipda Ramlan yang dikonfirmasi Waspada, Rabu siang mengatakan pihaknya hingga kemarin sudah menyelidiki kasus tersebut dan sudah mengetahui pelaku yang diduga ikut melakukan aksi pengeroyokan terhadap Amren Aris, Plt Kepala Desa Bumi Sari yang terjadi pada Selasa malam.

Ipda Ramlan menjelaskan, aksi tersebut terjadi saat korban akan menghadiri rapat di balai desa, guna membahas sejumlah rangkaian kegiatan guna memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun di desa setempat.

Saat akan tiba ke lokasi rapat atau sekitar lima meter dari luar ruang pertemuan, sejumlah pelaku diduga kuat sudah menunggu korban guna merencanakan aksi pemukulan terhadap korban.

Saat korban tiba seorang diri, kelima pelaku yang kini sudah dikantongi identitasnya tersebut, langsung melakukan aksi pengeroyokan sehingga kepala desa mengalami luka.

Aksi pengeroyokan tersebut berakhir setelah direlai sejumlah warga. Bahkan polisi dari Mapolsek Beutong juga datang ke lokasi kejadian guna mengamankan lokasi kejadian.

Ipda Ramlan menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan polisi, aksi pengeroyokan tersebut terjadi terkait penunjukan Amren Aris selaku Plt Kepala Desa Bumi Sari, Kecamatan Beutong oleh pemkab setempat.

Sedangkan kasus pemukulan yang dialami Syarifuddin, lain lagi motipnya. Kades ini menyebutkan, sekitar pukul 11.30 WIB dia didatangi pelaku, ZU, toko bangunan kawasan Jalan Pedagangan Panton Labu.

“Tiba-tiba pelaku meminta kepada korban untuk menandatangani surat permohonan bank,” jelas Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkiyan Milyardin melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye.

Korban meminta ZU untuk datang ke rumah, supaya surat bisa distempel. “Akan tetapi tiba-tiba pelaku memukul korban,” tambah Kapolsek Tanah Jambo Aye. Akibatnya korban mengalami luka gores di pipi sebelah kanan, serta memar bagian pipi kiri.

Guna mengusut kasus ini, polisi juga sudah melakukan visum et repertum terhadap korban pengeroyokan. Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus ini. (b01/ded/b15)

BERBAGI