Terkait Vaksin MR: Komisi D DPRK Pidie Koordinasi dengan Dinkes Aceh

    BERBAGI
    Anggota Komisi D DPRK Pidie dipimpin Samsul Bahri A.Wahab melihat langsung kondisi TM Helmi Stansyah yang sedang dirawat di ruang Arafah I Kamar No 6 RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Selasa (14/8/2018). (Foto/Muhammad Riza)
    Anggota Komisi D DPRK Pidie dipimpin Samsul Bahri A.Wahab melihat langsung kondisi TM Helmi Stansyah yang sedang dirawat di ruang Arafah I Kamar No 6 RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Selasa (14/8/2018). (Foto/Muhammad Riza)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Selasa (14/8/2018), melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh, tentang nasib bocah TM Helmi Sultansyah, 7 tahun.

    Murid kelas III, SDN Pasi Rawa, Kota Sigli, Kabupaten Pidie ini, disebut-sebut menderita lumpuh setelah menerima vaksin Meales Rubella (MR) di sekolahnya pada acara Lounching Vaksin MR yang di gelar oleh Dinas Kesehatan Pidie, 1 Agustus 2018.

    Kadatangan rombongan Komisi D DPRK Pidie di kantor Dinas Kesehatan Aceh dipimpin Samsul Bahri A.Wahab (Ketua Komisi D), Isfandiari (Wakil Ketua Komisi D), Muzakir (Sekretaris Komisi D), M.Saleh dan T. Manyak, disambut Kabid BP2P Dinkes Aceh, dr Abdul Fatah di ruang kerjanya.

    Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi D, Samsul Bahri A.Wahab, meminta Dinas Kesehatan Aceh untuk mengeluarkan surat rekomendasi tentang tindak lanjut perawatan dan pelayanan terhadap bocah TM Helmi Sulthansyah.

    Komisi D DPRK Pidie juga meminta Dinkes Aceh untuk menghentikan sementara program vaksin MR di Kabupaten Pidie sampai keluarnya fatwa dari MUI dan MPU Aceh, yang menerangkan bahwa vaksin itu halal dan dapat digunakan.

    Kabid BP2P Dinkes Aceh, dr Abdul Fatah, mengatakan semua saran dan pendapat anggota Komisi D DPRK Pidie akan disampaikan kepada Kadis Kes Aceh untuk ditindak lanjuti.

    Begitupun, dr Abdul Fatah, mengungkapkan perawatan terhadap bocah TM Helmi itu sudah dilakukan dengan sangat baik dan pihaknya pun selalu melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesembuhan TM Helmi. “Kami satu kali 24 jam selalu memantau perkembangan anak ini,” tandasnya.

    Usai melakukan rapat koordinasi dengan Dinkes Aceh, rombongan Ketua Komisi D DPRK Pidie langsung bergerak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh. Kedatangan rombongan wakil rakyat Pidie itu disambut langsung orang tua, TM Helmi, yaitu T Iskandar.

    “Alhamdulillah, selama dirawat di sini sudah ada perkembanganya. Tadi baru saja dilakukan terapi jalan. Tetapi dia masih keluhkan rasa nyeri pada bagian paha. Untuk demam sudah tidak ada lagi,” lapor T Iskandar pada rombongan anggota Komisi D DPRK Pidie. (b10)

    BERBAGI