Beranda Pariwara Aceh Hebat, Realisasi Sebuah Janji

Aceh Hebat, Realisasi Sebuah Janji

BERBAGI
Gubernur Irwandi Yusuf saat mengunjungi salah satu proyek pembangkit listrik (Geothermal0 di Aceh. (Foto/Ist)
Gubernur Irwandi Yusuf saat mengunjungi salah satu proyek pembangkit listrik (Geothermal0 di Aceh. (Foto/Ist)

Tagline Aceh Hebat, yang merupakan maskot program populer Gubernur Irwandi Yusuf  dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah, agaknya menjadi keunggulan bagi Pemerintah Aceh dibanding beberapa provinsi lain di Sumatera.

Dengan Aceh Hebat, pembangunan di provinsi yang dijuluki “Serambi Mekkah” ini menjadi lebih fokus dan lebih jelas arahnya. Ada sekitar 15 program unggulan yang tertuang dalam Aceh Hebat, dan tentu saja semua program tersebut sangat penting untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat di Provinsi Aceh.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dalam suatu rapat dengan jajarannya untuk membahas kelancaran proyek pembangunan di Aceh. (Foto/ Ist)
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dalam suatu rapat dengan jajarannya untuk membahas kelancaran proyek pembangunan di Aceh. (Foto/ Ist)

Suatu yang menggembirakan, bahwa Aceh Hebat bukan sekedar janji-janji politik yang diumbar Irwandi – Nova saat berkampanye untuk merebut “kursi” gubernur/wakil gubernur. Lebih dari itu, pucuk pimpinan di pemerintahan Aceh ini, benar-benar merealisasikannya. Program pembangunan di Aceh menjadi lebih fokus dan terang-benderang.

Dari semua program itu, rakyat Aceh masih menantikan realisasi janji-janji gubernur terdahulu, termasuk Irwandi Yusuf – di periodenya yang lalu, tentang peningkatan sarana transportasi darat yang lebih baik. Yaitu pembangunan jalur kereta api dan jalan tol, yang dapat menghubungkan antar daerah dan antar provinsi.

Aceh Hebat dalam APBA 2018

Meski lewat perjalanan panjang, berliku dan diwarnai konflik politik, namun Irwandi Yusuf, terbukti mengalokasikan anggaran Aceh Hebat melalui Pergub (Peraturan Gubernur) APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) 2018.

APBA 2018 Aceh mencapai Rp15.084.003.946.127 triliun. Melalui anggaran itu Gubernur Aceh merealisasikan berbagai kebijakan menuju Aceh Hebat. Kenyataannnya memang realisasi inilah yang diharapkan oleh rakyat Aceh, sebagaimana telah dijanjikan Irwandi Yusuf ketika berkampanye.

Katakan lah seperti program Aceh Seujahtera (JKA Plus), merupakan program pelayanan kesehatan bagi semua rakyat Aceh. Kesehatan merupakan kebutuhan masyarakat, dan tidak semua provinsi di Indonesia memiliki program ini yang diperuntukkan bagi semua warganya. Ada pula program Aceh Carong, yaitu program mencerdaskan rakyat Aceh melalui fasilitas pendidikan di berbagai jenjang dan model pendidikan. Tentu ada belasan program lainnya, baik yang bersifat fisik mau pun non fisik, yang intinya adalah untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

LHP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2017, diserahkan Auditor Utama Keuangan Negera V BPK RI, Bambang Pamungkas, Mei 2018, kepada Gubernur Irwandi Yusuf didampingi Wagub Nova Iriansyah. Aceh kembali memperoleh predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), secara berturut-turut pada 2015, 2016 dan 2017. (Foto?ist)
LHP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2017, diserahkan Auditor Utama Keuangan Negera V BPK RI, Bambang Pamungkas, Mei 2018, kepada Gubernur Irwandi Yusuf didampingi Wagub Nova Iriansyah. Aceh kembali memperoleh predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), secara berturut-turut pada 2015, 2016 dan 2017. (Foto?ist)

Pembangunan Telah Dimulai

Sehubungan dengan realisasi pembangunan berbagai proyek, Irwandi Yusuf meminta rekanan yang telah menandatangani kontrak kegiatan APBA 2018, untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan dengan tenggat waktu yang ditentukan serta tetap mengedepankan mutu pembangunan.

“Jangan melakukan kebiasaan buruk ambil uang muka, kemudian menjual proyek ke orang lain. Ingat, saya  akan mengecek sendiri ke lapangan,” tegas Gubernur Irwandi usai penandatangan kontrak bersama kegiatan strategis APBA, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pertengahan Mei 2018.

Penandatanganan kontrak tersebut, ujar Irwandi, merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas publik dalam keseluruhan proses pembangunan di Aceh.

Penandatanganan sejumlah proyek tersebut atas paket yang sudah diumumkan pemenangnya, yaitu sebanyak 624 paket dengan nilai Rp727,9 miliar per 36 SKPA. Termasuk paket pelelangan secara elektronik atau e-Catalog 90 paket senilai Rp167,25 miliar.

Program Aceh Hebat. (Infografik/Humas Pemprov Aceh)
Program Aceh Hebat. (Infografik/Humas Pemprov Aceh)

Pemerintah Aceh langsung mengumumkan proses lelang, tujuh hari pasca mengesahkan APBA 2018 melalui Pergub pada 26 Maret lalu. Adapun paket lelang yang diumumkan berjumlah 2.872 paket senilai 4,95 triliun. Irwandi meminta agar dalam tempo sepekan ke depan, proyek yang telah ditandatangani oleh rekanan tersebut bisa langsung dikerjakan.

“Harus langsung. Tidak ada alasan mencari dana. Setiap melakukan tender sudah siap dengan dana. Kita akan menyediakan uang muka,” kata Irwandi. Ia menginginkan agar semua proyek yang tender harus selesai tepat waktu.

“Jangan seperti tahun lalu. Kalau terjadi bukan hanya perusahaan, tapi manusianya juga kena blacklist,” lanjut Irwandi.

Jalan Tol, Segera Dilakukan Groundbreaking

Terkait dengan masalah peningkatan sarana transportasi di Aceh, menurut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada tahun 2018 ini dapat segera dilaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) untuk jalan bebas hambatan (jalan Tol).

Dalam rapat evaluasi proyek strategis nasional di Aceh, proses pembayaran ganti rugi tanah untuk jalan Tol akan dilakukan untuk tiga kecamatan. Salah satunya Blang Bintang. Karena di lokasi tersebut akan dilakukan lokasi untuk groundbreaking.

“Untuk apa groundbreaking, supaya dana itu cepat diproses,” ujar Irwandi. Menurut PPK Pembebasan Tanah, tahapan pelaksanaan pembebasan masih terus dilakukan.

Masih terkait pembayaran tanah masyarakat yang terkena jalur tol, segmen Banda Aceh – Sigli sepanjang sekitar 74,2 Km, usulan anggaran pembebasan tanah sudah diajukan ke Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan pada bulan Juni 2018, dengan besaran Rp350 miliar.

Gubernur Aceh ini juga mengatakan, dalam rapat pimpinan khusus tersebut, selain membahas proyek jalan tol Aceh, juga membahas proyek KEK Arun, proyek listrik Geothermal Seulawah Agam, Bendungan Krueng Keureuto di Aceh Utara dan proyek strategis lainnya.

Irwandi mengatakan, akan menemui Manteri Keuangan RI, Sri Mulyani, berkaitan dengan proyek told an sejumlah proyek lainnya.

Karena itu, Irwandi Yusuf dalam waktu dekat akan menemui Menteri Keuangan, Sri Muliani. “Kelanjutan tahapan proyek jalan tol Aceh, bukan karena permasalahan di masyarakat, pemerintah kabupaten atau pemerintah Aceh. Tapi masalahnya berada di pemerintah pusat.”

Untuk rencana groundbreaking, sebagai dasar dimulainya proses pelaksanaan proyek tol Aceh, direncakan pelaksanaannya oleh Presiden Joko Widodo. Dan gubernur mengaku sudah melayangkan surat permohonan Mei 2018, namun belum mendapat jawaban dari Sekretaris Kepresidenan.

“Karena belum dijawab, kami akan minta waktu lagi untuk bertemu langsung Presiden Jokowi di Istana Negara dalam waktu dekat ini,” kata Irwandi Yusuf. (adv)

BERBAGI