Beranda Aceh 170 Atlet/Pelatih Binaan KONI Ikut Tes Kesehatan

170 Atlet/Pelatih Binaan KONI Ikut Tes Kesehatan

BERBAGI
Tim dokter Prodia sedang memeriksa berkas kesehatan atlet Aceh tampak juga Ketua Pelatda Binaan KONI Aceh, Baktiar Hasan, Kamis (18/4/2018). (Foto/Aldin NL)
Tim dokter Prodia sedang memeriksa berkas kesehatan atlet Aceh tampak juga Ketua Pelatda Binaan KONI Aceh, Baktiar Hasan, Kamis (18/4/2018). (Foto/Aldin NL)

Banda Aceh (WaspadaAceh): Kesiapan KONI Aceh dalam persiapan menuju PON 2020 di Papua semakin matang. Sekitar170 atlet dan pelatih mulai mengikuti tes kesehatan di laboratorium kesehatan Prodia, Banda Aceh, Rabu (18/4/2018).

Ketua Pelatda Binaan KONI Aceh PON 2020, Baktiar Hasan, kepada WaspadaAceh, Rabu (18/4/2018) menjelaskan, atlet tersebut terdiri dari dua kelompok, yakni desentralisasi 70 orang dan sentralisasi 47 orang serta 53 pelatih dari 21 cabang olahraga.

Adapun 21 cabang olahraga yang masuk binaan KONI Aceh tersebut, terdiri atletik, angkat besi, anggar, pencak silat, kemp, taekwondo, tinju, tarung derajat, wushu, judo, muangthay, panahan, panjat tebing, peutangue, menembak, arung jeram, tenis lapangan, solf tenis, tenis meja, sepak takraw dan karate.

Wakil Ketua II KONI Aceh bidang Bimpres ini menyatakan, bagi atlet yang tidak lolos tes kesehatan akibat ada gejala atau penyakit, akan kehilangan haknya. ” Atlet ini gugur dan tidak disertakan dalam Pelatda,” tegas Baktiar Hasan.

Setelah menjalani tes kesehatan, lanjut Baktiar, para atlet dan pelatih pada hari, Kamis besok (19/4/2018) akan dilakukan tes fisik di Stadion Harapan Bangsa. ” Kita juga akan lihat hasil tes fisik. Bila kedua tes ini lolos baru mereka (altet dan pelatih) disertakan dalam Pelatda.”

Disebutkan, bagi atlet dan pelatih yang lolos tes, mereka akan mengikuti Pelatda desentralisasi mulai pertengahan April – Juni 2018.

Berikutnya, kata dia, para atlet akan dibagi dua kelompok pada bulan Juli. Terdiri kelompok sentralisaisi 47 atlet dan desentralisasi 70 atlet. “Selanjutnya kita lakukan evaluasi saat mengikuti even kejurnas dan Pora di Aceh bulan November depan,” sebut Baktiar.

KONI Aceh juga mengagendakan training camp di luar negeri bagi atlet yang diprediksi memperoleh medali emas di PON Papua.

Menurut Baktiar, Semua atlet binaan KONI Aceh disiapkan menuju PON Papua, September 2020. “Dengan pembinaan yang serius dan matang ini, kita targetkan pada PON di Papua Aceh bisa memperoleh 17 emas dan ranking Aceh masuk sepuluh besar nasioanal,” kata Baktiar di sela rapat dengan pengurus harian KONI Aceh, pekan lalu.

Pada PON di Jabar 2016, Aceh memperoleh 8 emas, 7 perak dan sembilan perungggu dan berada di rangking 17 nasional. (B.01)

BERBAGI