Beranda Aceh KSM Reboisasi 100 Ha Lahan di Bener Meriah

KSM Reboisasi 100 Ha Lahan di Bener Meriah

BERBAGI
Pemkab Bener Meriah bersama YLI melakukan reboisasi perdana, 100 hektare lahan. (Waspada/Khairul Akhyar)
Pemkab Bener Meriah bersama YLI melakukan reboisasi perdana, 100 hektare lahan. (Waspada/Khairul Akhyar)

REDELONG (Waspada): Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) melakukan penanaman perdana pada sekitar 100 hekatre lahan dalam kaitan reboisasi hutan lindung Desa Paya Rebol, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

“Reboisasi ini dilakukan 10 kelompok KSM. 6 Kelompok dari Desa Bener Pepanyi  dan 4 kelompok dari kampung Nosar Baru Kecamatan Bener Kelipah. Totalnya melibatkan 100 orang,” kata Kamal Khairi, dari Yayasan Leuser Internasional di Paya Rebol, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Sabtu (10/3).

Kamal Khairi, merinci, yang masuk dalam kelompok tersebut adalah warga yang tinggal di desa-desa terdekat, dan ditargetkan penanaman seluas 100 hektare, dengan aumsi 1 orang 1 hektare. Penanggung jawaban kegiatan, Tomy Mulyadi, menyatakan, YLI mengkoordinir kelompok masyarakat untuk melakukan reboisasi.

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan oleh kelompok tersebut, yakni cara pembuatan, pembibitan penghijauan. “Dan pohon-pohon tersebut, pembibitannya ditangani oleh kelompok KSM ini, mulai dari pembibitan, penanaman dan pemeliharaan. Jenis tanamannya berupa al pukat, mindi dan tanaman keras lainnya,” sebut Tomy Mulyadi.

Ditambahkan, dalam kelompok tersebut ada juga unit pembuatan pupuk kompos dan penggemukan sapi.

Pemda Bener Meriah Terlibat

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga ikut ambil bagian dalam penghijauan tersebut. Bupati Bener Meriah, Ahmadi, SE didampingi Wakil Bupati Tgk Sarkawi,  ikut dalam kegiatan reboisasi hutan lindung tersebut.

“Kami akan membantu mensuport kegiatan ini, apa yang belum disiapkan oleh pihak YLI, Pemda Bener Meriah juga akan menyiapkannya. Termasuk dana lainnya,” sebut Ahmadi.

Bupati ini juga mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak ada lagi yang membuka lahan baru di hutan lindung tersebut. Apabila ada yang membuka dan tertangkap oleh aparat, mereka tidak bertanggung jawab.

Sebelumnya, ratusan lahan yang termasuk hutan lindung di lokasi Paya Rebol sudah bertahun-tahun dibuka oleh masyarakat, mereka menanam kentang di daerah itu. Kemudian, masyarakat di tiga kecamatan (Permata, Bandar dan Bener Kelipah) yang berdiam di bawah kaki pegunungan ini mulai mengalami kesulitan air, akibat hutan mereka telah gundul.

Pemda Bener Meriah bekerjasama dengan YLI, kembali melakukan reboisasi, untuk menghindari kekeringan air dan longsor akibat rusaknya hutan.(b33)

BERBAGI