Beranda Aceh 3 Pesepakbola PSAP yang Keroyok Wasit Dibebaskan

3 Pesepakbola PSAP yang Keroyok Wasit Dibebaskan

BERBAGI
Tiga pemain PSAP Sigli menyalami hakim, usai putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (5/3). (Foto Waspada/Dani Randi)
Tiga pemain PSAP Sigli menyalami hakim, usai putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (5/3). (Foto Waspada/Dani Randi)

BANDA ACEH (Waspada) – Tiga pemain sepakbola PSAP Sigli, Aceh, yang mengeroyok wasit, Aidil Azmi, pada laga PSAP versus Aceh United pada Agustus 2017 lalu, akhirnya dibebaskan bersyarat oleh Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (5/3).

Ketiga pemain itu adalah Fajar Munandar, Kausar dan Nurmahdi. Atas tindakan ini, mereka dilaporkan Aidil ke polisi. Dimana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum memberikan tuntutan tiga bulan penjara kepada mereka.

Pada sidang dalam agenda membacakan putusan hakim, ketiganya justru dibebaskan dari hukuman penjara. “Majelis Hakim memerintahkan setelah ini untuk langsung dibebaskan,” kata Hakim ketua, Supriadi, ketika membacakan putusan.

Pertimbangan itu, kata Supardi, bahwa para terdakwa selama persidangan menjalaninya dengan baik dan mengakui kesalahan serta sudah meminta maaf kepada korban di depan Hakim.

“Putusan Hukuman ini tidak bermaksud untuk mengadili, melainkan sebagai upaya untuk menyadarkan terdakwa untuk menyesali perbuatannya,” ujar Hakim Supardi.

Dalam putusan bebas bersyarat itu, mereka diberikan masa percobaan selama setahun tidak boleh melakukan perbuatan melawan hukum. Jika terbukti dalam satu tahun itu mereka melakukan perilaku yang melawan hukum, ketiganya harus menjalani hukuman 6 bulan penjara ditambah dengan hukum tidak pidana yang baru dilakukan.

Usai sidang agenda pembacaan putusan, ketiga terdakwa langsung menyalami para hakim dan menandatangani surat pernyataan persetujuan hasil keputusan yang dibacakan oleh majelis hakim.

Sebelumnya selama masa persidangan ketiga terdakwa telah menjalani hukuman kurungan penjara selama lebih kurang satu bulan setelah mereka juga dijatuhkan skorsing tidak bisa bermain selama dua tahun oleh PSSI Aceh.

Salah seorang terdakwa, Fajar Maulana merasa bersyukur atas putusan hakim tersebut. “Alhamdulillah kami mengucapkan banyak terimakasih pada pihak yang telah membantu,” ucapnya.

Kata dia, setelah bebas ini, pihaknya tetap latihan bermain bola hingga putusan yang dikeluarkan oleh PSSI telah dicabut kembali. Hukuman dari PSSI itu berupa tidak boleh bermain di liga selama dua tahun. (cdr)

BERBAGI