Beranda Aceh Warga Alur Mentawak, Aceh Tamiang, Masih Terisolir

Warga Alur Mentawak, Aceh Tamiang, Masih Terisolir

BERBAGI

ACEH TAMIANG (Waspada): Sebanyak 800 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Persiapan Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Propinsi Aceh, walau sudah puluhan tahun bermukim, tapi masih terancam terisolir.

Masyarakat menyebutkan, Pemerintah Aceh Tamiang sampai sekarang belum membangun sarana jalan bagi masyarakat daerah ini, sehingga mereka harus melintasi jalan pedesaan yang berada di wilayah Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Sebenarnya masyarakat enggan melintasi jalan-jalan di wilayah Sumatera Utara karena cukup rawan,” ungkap Kasman, salah seorang warga Alur Mentawak kepada Waspada Selasa sore (20/2),  di Kantor KTNA Aceh Tamiang. Dia mengatakan, beberapa hari lalu anaknya menjadi korban pemukulan saat melewati jalan di Besitang, Langkat,  ketika menuju pulang ke Alur Mentawak.

Menurutnya, ketidaknyamanan masyarakat Alur Mentawak ini sudah berlangsung sangat lama. Tetapi katanya, Pemkab Aceh Tamiang belum memberikan perhatian serius untuk membangun jalan bagi warga yang berada di wilayah Aceh Tamiang. Padahal jalur jalannya sudah ada, yaitu jalur lintasan tiang listrik yang diperuntukkan bagi masyarakat Alur Mentawak.

Hal senada juga di sampaikan Arifin, Sekretaris Kampung Semadam, yang merupakan kampung induk Alur Mentawak. Arifin menyebutkan, lahan untuk membangun jalan pada jalur tiang listrik tersebut sudah tersedia dan memang sudah dipersiapkan sejak lama, dengan lebar badan jalan mencapai 6 meter.

“Bahkan pernah dilalui oleh masyarakat. Tapi karena jalannya berbukit, sehingga sulit dilintasi apalagi pada musim hujan,” ungkapnya.

Arifin menyebutkan, akibat sudah terlalu lama jalur tersebut tidak dilintasi lagi  sehingga ruas jalan ditumbuhi tanaman atau menjadi hutan kembali. Jalan satu-satunya, kata Arifin, harus dilakukan pembukaan jalan kembali dan daerah bebukitannya perlu diratakan dengan alat berat sehingga badan jalan ini bisa kembali dilintasi warga.

“Bila Pemkab Aceh Tamiang serius mendengarkan keluhan rakyatnya, maka jalan warga Alur Mentawak segera mungkin dibangun untuk memudahkan masyarakat,” ujar Arifin.

Sementara itu Sekda Aceh Tamiang, Ir,Razuardi MT, kepada Waspada, Rabu (21/2), mengatakan, Pemkab tentu akan membantu warganya untuk mendapat kemudahan, apalagi terkait dengan akses jalan yang akan berimplikasi langsung ke sektor ekonomi dan pertanian. “Pemkab tetap memperhatikan infrastruktur desa, khususnya akses jalan,” kata Razuardi.

Razuardi juga menyebutkan, beberapa warga juga meminta Pemkab Aceh Tamiang agar segera mendefinitifkan desa pemekaran, yang diresmikan tahun 2016 lalu. Diharapkan dengan hadirnya desa pemekaran, berbagai usulan penanganan jalan akan lebih cepat terealisasi. (yusri).

BERBAGI