Pidie Jaya (Waspada Aceh) – Dua bulan pasca banjir bandang yang melanda Desa Tepin Pukat, Kecamatan Merah Dua, Kabupaten Pidi Jaya, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Rahmatun, salah satu warga, tampak menampung air dari tandon milik Kementerian PUPR menggunakan jerigen yang dibawa dengan sepeda.
Dia mengaku akses air bersih hanya tersedia di dua titik, yaitu tandon milik Kementerian PUPR yang ia gunakan saat ini, dan di Munasah desa. Ia harus membawa jerigen dengan sepeda untuk menampung air yang nantinya digunakan untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga.
Air tersebut digunakan untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Sekarang masih susah mendapatkan air bersih. Harapannya, air bersih bisa sampai ke rumah warga agar tidak perlu mengambilnya jauh-jauh,” kata Rahmatun, saat ditemui Sabtu (30/01/2026).
Rumah Rahmatun sendiri baru saja dibersihkan setelah terendam banjir.
Ia mengatakan meski proses pembersihan telah dilakukan, keterbatasan akses air bersih tetap menjadi persoalan utama warga.
Sementara itu, warga lainnya, Aminah, tampak menampung air dari pinggir sungai untuk kebutuhan mencuci di rumahnya. Ia mengaku masih harus hemat air dan berharap akses air bersih bisa segera tersedia bagi seluruh warga
Hingga kini, warga berharap pihak terkait segera menyalurkan air bersih ke rumah-rumah terdampak, agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi tanpa harus menempuh jarak jauh. (*)



