Selasa, Januari 13, 2026
spot_img
BerandaBerita10 Korban Tewas, Terjadi Longsor-Banjir Bandang Tapsel, Taput, Tapteng dan Sibolga

10 Korban Tewas, Terjadi Longsor-Banjir Bandang Tapsel, Taput, Tapteng dan Sibolga

Sibolga (Waspada Aceh) – Longsor dan banjir bandang menimpah sejumlah wilayah Tapanuli, di antaranya Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara hingga Sibolga dan Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (25/11/2025).

Bencana alam itu terjadi akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu belakangan menyeluruh di wilayah Sumatera. Muncul aksi berdoa untuk (pray for) bencana banjir bandang serta longsor yang menimpah Sibolga, Tapteng, Tapsel hingga Padangsidempuan.

Pantauan Waspadaaceh.com dari informasi Polres Tapanuli Selatan, banjir bandang memutus jalan lintas Sumatera di Huta Godang Km 19-20, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumut. Tanah dan batang pohon besar menutup akses jalan di sana, dan terjadi kemacetan. Kendaraan sama sekali tidak bisa lewat.

Kasat Lantas Polres Tapanuli Selatan, Iptu James Sihombing, menjelaskan kondisi terkini masih dalam kategori berbahaya untuk pengendara.

“Arus deras membawa kayu-kayu besar hingga menutup badan jalan. Untuk sementara jalur kami tutup total karena tidak memungkinkan dilalui,” ujarnya.

Ia menegaskan personel saat ini fokus mengamankan lokasi, mengatur putar balik kendaraan, serta memberikan informasi langsung kepada pengendara agar tidak memaksakan diri menuju titik banjir.

Longsor juga dilaporkan terjadi di ruas Sibolga-Padangsidempuan. Akibat longsor itu sebuah mobil boks ekspedisi dan sebuah mobil tangki BBM milik Pertamina tertimbun tanah.

Longsor juga terjadi di Angkola Barat, Tapsel. Lokasi ini berdekatan dengan Kota Padangsidempuan, hanya berjarak sekitar 15 menit, menuju Kota Salak tersebut. Hingga malam ini masih dalam proses evakuasi dan pembersihan. Terdapat mobil yang terjebak longsor namun tidak ada korban jiwa.

Tapanuli Tengah Longsor dan Banjir, 4 Orang Tewas

Kabupaten Tapanuli Tengah juga mengalami longsor dan banjir bandang di ruas jalan Jalinsum. Akibat bencana itu, akses jalan lumpuh total. Personel Polres Tapteng dan TNI hingga kini melakukan evakuasi pembersihan material longsor dibantu warga serta penyelematan warga yang rumahnya terkena banjir bandang.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, melalui akun IG resmi miliknya, menyebut sebanyak empat orang warganya meninggal dunia akibat longsor dan banjir yang menimpah daerah itu.

Sibolga Longsor dan Banjir, 6 Korban Tewas

Kapolres Sibolga, melalui Kabag Ops Polres Sibolga AKP Agus Adhitama, menyatakan bahwa proses evakuasi terus berlangsung hingga Selasa siang . Tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan Satpol PP telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak.

Akibat banjir dan longsor, dilaporkan enam orang tewas di Sibolga.

Berikut adalah rangkuman titik longsor besar di Kota Sibolga:

1. Tangga Seratus – Cafe Rumah Uci: Di Jl. Lintas S.M. Raja, Kelurahan Pasar Baru, longsor menghantam area Tangga Seratus, menimpa Cafe Rumah Uci dan Bengkel Beliham. Tiga kendaraan dan dua rumah rusak, dengan dua orang masih dalam pencarian.

2. Bukit Aido Sibolga: Di Jl. S.M. Raja Simpang Aido, Kelurahan Pancuran Gerobak, material longsor menerjang permukiman warga, merusak lima rumah. Tidak ada korban jiwa dilaporkan di lokasi ini.

3. Belakang Masjid Budi Sehati: Di Jl. S.M. Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, longsor menerjang pemukiman padat penduduk, merusak tiga rumah. Tiga orang menjadi korban, dengan dua masih hilang dan satu luka-luka dirawat di rumah sakit.

4. Depan STPS Sibolga: Di Jl. S.M. Raja, Kelurahan Aek Parombunan, dua rumah rusak berat dan satu orang meninggal dunia.

5. Belakang SMP Negeri 5 Sibolga: Di Jl. Sudirman Gg. Perjuangan, Kelurahan Aek Parombunan, titik ini mengalami kerusakan paling parah dengan lima rumah rusak berat dan empat orang meninggal dunia. Diduga masih ada korban lain yang tertimbun.

6. Kampung Paten Huta Tonga Tonga: Di Jl. Sibual-buali, Kelurahan Huta Tonga Tonga, dua rumah rusak berat dan dua orang mengalami luka-luka.

AKP Agus Adhitama mengimbau warga yang tinggal di dekat tebing dan lereng untuk segera mengungsi atau menjauhi lokasi rawan, mengingat kondisi tanah yang labil dan perkiraan hujan yang belum mereda.

Pemerintah Kota Sibolga telah menyiapkan langkah penanganan darurat, termasuk posko sementara dan bantuan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan di kawasan rawan Kota Sibolga. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER