Beranda Nasional Idap Jantung Bocor, Anak Yatim asal Pidie Butuh Bantuan

Idap Jantung Bocor, Anak Yatim asal Pidie Butuh Bantuan

BERBAGI
Abrar Azizi, 5,5 tahun, menderita bocor jantung sejak usia empat bulan, tampak dalam gendongan ibunya Susilawati sedang menangis menahan sakit di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kamis (14/2/2019). (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada Aceh) – Abrar Azizi, 5,5 tahun, terus menangis dalam gendongan ibunya Susilawati, 29, di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, Kamis (14/2/2019).

Tubuhnya kurus kering. Tulang rusuk bocah asal Gampong (desa-red) Peureulak Baroh, Kecamatan Sakti, Pidie, ini tampak menonjol dan dengan mudah bisa dihitung. Kedua bola matanya terlihat membiru.

Abrar Azizi, anak kedua dari pasangan Syahthari (almarhum-red) dengan Susilawati, 29. Anak yatim dan miskin ini, sejak usia empat bulan, diketahui menderita bocor jantung.

Kondisi ayahnya yang ketika masih hidup, menderita gagal ginjal dan hidup di bawah garis kemiskinan, menyebabkan kesehatan Abrar Azizi yang masih usia balita, kurang mendapat perhatian. Tidak memiliki biaya untuk membawanya berobat.

Hingga sekarang telah memasuki usia, 5,5 tahun, penyakit itu terus diderita bocah yatim tersebut. Dengan kondisi ibu kandungnya kini tinggal sendiri, berbagai upaya penyembuhan terhadap Abrar Azizi telah diupayakan.

Keluar masuk Puskesmas dan RSUD Tgk Chik Ditiro, dengan bermodalkan kartu BPJS telah berkali-kali dilalui Abrar Azizi. Namun sampai sekarang upaya penyebuhan belum berhasil.

Abrar Azizi dan ibunya sebenarnya berkeinginan sekali penyakit yang dideritanya itu lekas sembu. Dia sangat ingin bermain dan bersekolah layaknya anak-anak seusianya di kampung.

Hanya mukzizat, dan uluran tangan dari hamba Allah yang sangat diharapkannya demi kesembuhan penyakit yang terus menggerotinya selama bertahun-tahun.

“Kalau berobat sering saya bawa ke rumah sakit dan puskesmas. Tetapi untuk disetuh oleh dokter spesialis jantung, itu belum. Karena di Sigli belum ada dokter spesialis jatung anak,” kata Susilawati.

Dia mengatakan, dalam upaya penyembuhan putranya tersebut di RSUD Tgk Chik Ditiro maupun di Puskesmas, menggunakan BPJS. Meski biaya pengobatanya itu ditanggung BPJS, terkadang untuk biaya membawa Abrar Azizi saja ke dokter tidak memiliki uang yang cukup.

Apalagi putranya itu sampai harus dibawa ke RSUD Zainal Abidin di kota Banda Aceh. Tentu saja membutuhkan biaya hidup lebih besar untuk mereka tinggal di kota Banda Aceh.

Susilawati mengatakan, demi kesembuhan putranya tersebut dia tetap menjalaninya kendati harus meminjam uang, pada kerabat dan saudara-saudaranya di kampung.

Susilawati mengisahkan, melihat kodisi kesehatan anaknya itu sangat menyedihkan. Terkadang saat dia sedang bermain-main dan tiba-tiba lelah, tubuh putranya yang kurus itu langsung terjatuh di jalan.

“Mudah-mudahan kali ini, anak saya mendapat dukungan sehingga bisa dirawat sampai sembuh oleh para dokter yang baik hati” kata Susilawati. (b10)

BERBAGI