Beranda Entertainment Spotlight, Film Berkisah Tentang Jurnalisme Investigasi

Spotlight, Film Berkisah Tentang Jurnalisme Investigasi

BERBAGI
Foto/www.goldposter.com

Spotlight. Film arahan Tom McCarthy ini, memang cukup populer, karena telah meraih Oscar, untuk kategori film terbaik. Film yang diproduksi tahun 2015 ini, mulai diputar pada tahun 2016.

Hingga tahun 2018 film ini masih diputar di beberapa bioskop di Indonesia. Bahkan film lawas ini diprediksi akan diputar kembali di bioskop-bioskop di seluruh dunia, termasuk tentunya di Indonesia.

Jujur saya belum pernah menonton film yang berkisah tentang kehebatan dan ketekunan para jurnalis, seperti film ini. Dikisahkan para wartawan mendapat tugas investigasi dari editornya, yang bekerja untuk harian The Boston Globe, di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat ini.

Sebenarnya film Spotlight sudah terbilang lawas, tapi di kalangan teman-teman jurnalis masa kini, kisah nyata dalam film ini menjadi contoh atau pembelajaran. Terutama melihat kinerja para jurnalisnya yang pantang menyerah dalam melakukan tugas investigasi.

Film yang dibintangi Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, Live Schreiber danStanley Tucci ini, berkisah tentang penugasan editor The Boston Globe kepadaSpotlight, tim jurnalis investigasi koran tersebut.

Editornya, Marty Baron, diperankan  Liev Schreiber, memberi tugas mencari bukti dan fakta lapangan untuk mengungkap skandal pelecehan seksual yang terjadi di wilayah administrasi Keuskupan Agung Boston.

Tentu ini menjadi kerja yang luar biasa sulit bagi empat jurnalis yang tergabung dalam tim investigasi Spotlight. Tugas lapangan yang cukup sulit, berliku dan penuh tantangan, dijalankan para jurnalis tersebut, untuk bisa menembus “tembok” di sebuah kota, yang penduduknya mayoritas beragama Katolik.

Ada banyak film yang berkisah tentang perjuangan para jurnalis dalam memburu berita, dan film Spotlight ini menurut saya, menjadi film yang cukup bagus. Tak salah kalau film ini bisa meraih piala Oscar, penghargaan paling bergengsi di dunia perfilman internasional.

Bagi saya sebagai seorang jurnalis, tugas investigasi ini jauh lebih sulit, ketimbang mendapat tugas liputan perang atau liputan konflik bersenjata. Bagaimana sulitnya menggali bukti yang sudah terpendam cukup lama, atau melakukan wawancara untuk hal yang sangat sensitif ini, apalagi terkait dengan tokoh agama yang terlibat di dalamnya.

Ada banyak tekanan dalam liputan investigasi, apalagi untuk kasus yang sensitif (suku, ras dan agama). Tapi para jurnalis koran lokal ini, The Boston Globe, tetap menjalankan tugas jurnalistiknya. Di bawah tekanan mental yang cukup melelahkan, mereka tetap tekun menjalankan tugas jurnalistiknya demi membongkar kasus yang sudah lama terpendam rapi.

Koran The Boston Globe sendiri, telah meraih penghargaan paling bergengsi di bidang jurnalistik, yaitu Fulitzer pada tahun 2003, untuk laporan investigasinya tersebut.

Film Spotlight yang diangkat dari kisah nyata ini, menambah daftar film investigasi jurnalis yang cukup populer, yang sudah ada sebelumnya, seperti All the President’s Men. Film yang diangkat dari kisah Investigasi Reporting dua wartawan The Washington Post, di sekitar tahun 1970-an ini, terkenal dengan sebutan Scandal Watergate, yang kemudian “memaksa” Presiden AS, Richard Nixson, mengundurkan diri.

Film lain yang berkisah tentang kerja-kerja jurnalistik antara lain; All the President’s Men (1976), The Insider (1999), A Mighty Heart (2007), Kill The Messenger (2014), The Bang-Bang Club (2011) dan The Post (2017). (Al-Farizi)

BERBAGI