Anggaran Gampong di Pidie Capai Rp 612,7 Miliar

    BERBAGI
    Bupati Pidie, Roni Ahmad menyerahkan secara simbolis pagu ADG kepada keuchik di GOR Alun-alun Kota Sigli, Pidie, Selasa (12/2/2019). (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik, mengingatkan, para keuchik (kepala desa-red) di daerah itu, selain membangun infrastruktur (proyek fisik), juga harus membangun sumber daya manusia (SDM) dan lingkungan.

    “Untuk apa bangunannya bagus, tapi kualitas dan mental masyarakatnya rendah. Begitu juga bagus orangnya, tetapi lingkungannya tidak sehat,” ujar Roni Ahmad.

    Oleh karena itu, ke semuanya harus ditata dan dibenahi secara berimbang, bersinergi atau beumeusigrak, kata Bupati Pidie pada acara Sosialisasi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa Beserta aturan turunannya serta penyerahan pagu dana gampong se-Kabupaten Pidie di GOR Alun-alun, Kota Sigli, Selasa (12/2/2019).

    Kabupaten Pidie yang memiliki 23 kecamatan dan 732 gampong (desa-red), pada tahun 2019, telah menerima alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) untuk 732 gampong di Kabupaten Pidie, mencapai Rp612.780.329.046.

    Dirincikan dari total APBG senilai Rp612.780.329.046, itu bersumber dari APBN senilai Rp 525.951.016.000. Kemudian Anggaran Dana Gampong (ADG) senilai Rp84.382.814.576, pajak daerah senilai Rp1.818.406.930 dan retribusi daerah senilai Rp628.092.540. Gampong Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, pada tahun 2019, tertinggi mendapat pagu anggaran dengan jumlah Rp2.203.074.482. Sedangkan gampong terendah, Bayu Teubeng, Kecamatan Pidie, sebesar Rp796.500.787.

    Pengamatan Waspadaaceh.com di GOR Alun-alun, Kota Sigli, Bupati Pidie Roni Ahmad menyerahkan pagu ADG secara simbolis kepada para keuchik. Sejumlah keuchik yang menerima pagu anggaran itu diantaranya Ibnu Abbas, Keuchik Gampong Tualang Cut Batee, Kecamatan Bate.

    Abusyik dalam kesempatan itu mengungkapkan terbitnya UU Desa dan Peraturan–Peraturan Pelaksanaannya, menjadi sebuah harapan bagi gampong untuk dapat menentukan posisi, peran dan kewenangan atas dirinya untuk mewujudkan gampong yang mandiri, demokratis dan sejahtera.

    Dan tanpa terasa, kata dia, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) di Kabupaten Pidie telah berlangsung empat tahun. Ini merupakan tahun ke-lima di mana secara rata-rata setiap gampong telah menerima dana lebih kurang Rp2 miliar.

    Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Gampong dan Masyarakat Pidie, Jufrizal, melaporkan sebanyak 264 orang tenaga pendamping telah diangkat oleh pemerintah pusat. Rinciannya, enam orang tenaga ahli dan sebanyak 90 orang pendamping desa serta 188 orang pendamping lokal desa. (b10)

    BERBAGI