Penerbangan Banda Aceh – Kualalumpur Padat

    BERBAGI
    Para penumpang kelihatan mengantri panjang di ruang pemeriksaan internasional Bandara SIM Banda Aceh, Kamis (7/2/2019). (Foto/al-farizi)

    Surabaya (Waspada Aceh) – Penerbangan internasional di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, akhir-akhir ini tampak padat oleh penumpang. Sementara penerbangan domestik kelihatan biasa-biasa saja.

    Seperti pada Kamis (7/2/2019), penerbangan internasional dengan rute Banda Aceh – Kualalumpur, Malaysia, dipenuhi para penumpang. Para penumpang ini kelihatan mengantri panjang di ruang pemeriksaan internasional. Sebaliknya penumpang yang menuju ruang domestik, tampak lengang, tanpa antrian.

    Tapi para penumpang yang menaiki pesawat menuju Kualalumpur, Malaysia, atau ke Singapura, ternyata ingin berpergian ke Jakarta, Surabaya atau ke kota lain di Indonesia. Mereka memilih penerbangan via Kualalumpur atau Singapura karena ongkosnya jauh lebih murah, ketimbang melalui penerbangan domestik langsung.

    Para penumpang kelihatan mengantri panjang di ruang pemeriksaan internasional Bandara SIM Banda Aceh, Kamis (7/2/2019). (Foto/al-farizi)

    Plt Ketua PWI Aceh, Aldin NL, yang tampak membawa rombongan wartawan untuk menyemarakkan HPN (Hari Pers Nasional) di Surabaya, mengaku harus mengambil rute Banda Aceh – Kualalumpur – Surabaya, demi menghemat anggaran.

    “Kalau penerbangan langsung Banda Aceh – Surabaya bisa di atas 2 juta sekali jalan. Tapi kalau menggunakan penerbangan transit Kualalumpur, sudah bisa untuk tiket penerbangan pulang-pergi,” kata Aldin NL.

    Beberapa penumpang lain juga memberi alasan yang sama. Mahalnya harga tiket domestik dari Banda Aceh ke kota lain di Indonesia, menyebabkan warga Aceh mengambil jalan alternatif, dengan penerbangan via Kualalumpur, Malaysia, atau Singapura.

    “Apa boleh buat. Bukan tidak nasionalis, tapi pemerintah pusat tidak hadir di sini, untuk menyelesaikan harga tiket domestik yang cukup mahal,” ujar Muhammad, salah seorang penumpang, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Kamis (7/2/2019). (al-farizi)

    BERBAGI